Edukasi Pembudidaya Udang, DKP Sumbawa Terjun ke Dusun Rapang

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa terus melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada kelompok nelayan budidaya di daerah ini.

Setelah di Dusun Prajak Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, DKP Sumbawa kembali menggelar Temu Lapang Teknis Budidaya Udang  di Dusun Rapang, Desa Motong, Kecamatan Utan, Selasa (31/10/2023).


Kegiatan Temu lapang teknis budidaya udang  kegiatan pemberdayaan pembudi daya ikan kecil tahun 2023 di Dusun Rapang Desa Motong Utan ini dihadiri, Sekretaris DKP Sumbawa, Zulkifli,S.Pi, M.Si bersama sejumlah staf, Kades Motong, Abdul Wahab, AMd dan 4 kelompok pembudidaya

Kades Motong, Abdul Wahab, A.Md, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan temu lteknu lapang tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa yang telah memberikan bantuan kepada kelompok pembudidaya udang di Dusun Rapang berupa pakan, benur dan alat berat excavator. 

"Alhamdulillah, kami atas nama warga pembudidaya udang sangat berterima kasih atas sejumlah bantuan dari DKP Sumbawa. Semoga bantuan ini mampu meningkatkan produksi dan juga kesejahteraan para petani tambak di Dusun Rapang," ucapnya.

Abdul Wahab berpesan kepada peserta temu  teknis lapang tersebut untuk mengikuti dengan serius pemaparan dari pemateri 

"Kami minta kepada peserta untuk serius menimba ilmu tentang cara budidaya udang dari pemateri. Terimakasih kami kepada DKP Sumbawa yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan berbagi ilmu kepada petani tambak,' ujarnya.

Sekretaris DKP Sumbawa, Zulkifli,S.Pi, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan temu lapang ini adalah wujud keterlibatan pemerintah dalam rangka pembinaan kelompok agar bantuan bisa dimanfaatkan secara optimal. 

Menurutnya, bantuan dari pemerintah bersifat stimulus sehingga masyarakat diminta keseriusannya dalam mengelola bantuan yang diberikan agar berhasil dan kalau bisa berkembang terus. 

"Pembudidaya diharapkan tidak memandang bantuan itu dengan setengah hati dan dikelola setengah hati juga," ungkap Zulkifli.

Ia juga berharap peran aktif dari peserta untuk sharing informasi dalam temu lapang kali ini, termasuk kendala yang dihadapi untuk dicarikan solusinya.

Sementara itu, Neni Triana, A.Pi, selaku pemateri memaparkan bahwa teknis budidaya udang harus diawali dengan persiapan lahan. 

"Olah lahan sebelum memulai budidaya udang wajib hukumnya karena jika tidak melakukan pengolahan lahan sama dengan mempersiapkan kegagalan," ujarnya.

Begitu juga soal sirkulasi air kolam tambak, dimana  inlet (air masuk) dan outlet (air keluar) dalam tambak harus dipisah.

Selain itu, keberadaan tandon sangat penting untuk pengolahan air sebelum masuk ke petak budidaya.

"Perlu diperhatikan bahwa pemberian pakan diberikan 3%-5% dari bobot udang yang ditebar dan setelah panen, pengeringan harus maksimal," pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini