BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Metorologis Meluas di NTB

Sebarkan:

Mataram, KA.

Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Agustus 2023 seluruhnya dalam kategori Rendah (0 – 10 mm/das). Curah Hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Skongkang, Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 7 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Agustus 2023 di wilayah NTB didominasi kategori Bawah Normal (BN) yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah NTB.

Forecaster on duty, BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Yuhanna Maurits dan Cakra Mahasurya A.P , dalam siaran Persnya, menjelaskan, Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB secara umum berada pada kategori ‘Sangat Panjang’ (31 - 60 hari). Namun terdapat beberapa titik yang termonitor dalam kategori ‘Ekstrem Panjang’ (>60 hari) yaitu di pesisir utara Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, serta pesisir Utara Kota Bima. HTH terpanjang tercatat di Pos hujan Labuahan Pandan selama 122 hari tanpa hujan. 

Dijelaskan, update Kondisi Dinamika Atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi El Nino Moderat (indeks ENSO : +1.148) yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2023. Indeks IOD pada akhir Juli 2023 menunjukkan kondisi IOD Netral (+0.394), diprakirakan kondisi IOD Positif akan kembali terjadi dan dapat bertahan setidaknya hingga awal tahun 2024. 

Aliran massa udara umumnya didominasi angin timuran dan merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia kecuali wilayah utara ekuator. Anomali suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia umumnya menunjukkan kondisi dingin hingga hangat ( rata-rata : +0.02°C). Di wilayah perairan Jawa-Nusa Tenggara anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi lebih normal hingga hangat (0 s/d +1.0°C). 

"Anomali suhu muka laut Indonesia pada Agustus mendatang diprakirakan akan didominasi kondisi Dingin di wilayah Indonesia bagian barat dan Hangat di wilayah Indonesia bagian Tengah hingga Timur termasuk NTB. Kemudian, kondisi SST hangat disekitar perairan NTB  tersebut tetap bertahan dan meluas hingga Januari 2024," terangnya.

Sementara itu, pada dasarian II Agustus 2023 (11 – 20 Agustus 2023) diprakirakan peluang terjadinya hujan sangat rendah. Diperkirakan Curah Hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian hanya memiliki probabilitas kejadian <10% yang merata di seluruh wilayah NTB. 

Untuk itu, peringatan Dini Kekeringan Meteorologis pada level AWAS  terdapat di Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Sambelia), Kabupaten Lombok Utara (Kecamatan Bayan), dan Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Utan). 

Level SIAGA terdapat di Kabupaten Dompu (Kecamatan . Dompu, Huu, Kempo, Kilo, Manggalewa, Pajo, Woja), Kabupaten Bima (Kecamatan Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Lambu, Madapangga, Palibelo, Sanggar, Sape, Soromandi, Wawo), Kota Bima (Kecamatan Raba, Rasanae Timur), Kota mataram (Kecamatan Mataram), Kabupaten Lombok Barat (Kecamatan Batu Layar, Gerung, Kediri, Lembar, Lingsar, Narmada), Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Janapria, Praya Barat, Praya Tengah, Pujut), Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Aikmel, Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji, Montong Gading, Pringgabaya, Pringgasela, Sembalun, Swela, Sukamulia, Wanasaba), Kabupaten Lombok Utara (Kecamatan Gangga, Kayangan, Pemenang, Tanjung), Kabupaten  Sumbawa (Kecamatan Alas, Alas Barat, Batulanteh, Buer, Lape, Lenangguar, Moyo Utara, Orong Telu, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes) dan Kabupaten Sumbawa Barat (Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, Maluk, Poto Tano, Seteluk, Taliwang). 

"Sedangkan untuk Level WASPAD terdapat di Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Batukliang), Kbupaten Lombok Timur (Kecamatan Sikur dan Terara), Kabupaten Sumbawa (Labangka, Moyo hulu)," paparnya.

Karena itu, menuju periode puncak musim kemarau tahun ini, masyarakat NTB dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien. Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan yang umumnya terjadi di periode musim kemarau. 

Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya guna mengantisipasi periode puncak musim kemarau yang mulai memasuki wilayah NTB khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan.

"Tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan Anda ke depan dan tetap selalu menjaga kesehatan. Info dapat diperoleh di BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 085161597242 Website: iklim.ntb.bmkg.go.id," pungkasnya.(KA-01)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini