tayang 15/07/2020

Wow, Sumbawa Bakal Miliki IPLT di Raberas Tahun 2022

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, saat ini tengah menyusun Detail Engeneering Desaian (DED) untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Rencananya, IPLT tersebut bakal dibangun tahun 2022 mendatang di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas Kecamatan Sumbawa.


Kepala Dinas PRKP Sumbawa, Drs H Burhanuddin MT didampingi Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Erma Hadi Suryani ST, kepada awak media  di ruang kerjanya, Kamis (03/12/2020) mengakui, pengelolaan air limbah di Kabupaten Sumbawa sejauh ini berjalan baik, dimana Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Kabupaten Sumbawa melayani hampir seluruh wilayah.

Berdasarkan evaluasi, terang Haji Bur, sapaan akrab pejabat low profil ini, sejak tahun 2015 hingga tahun 2019 sebanyak 67 unit IPAL komunal telah dibangun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 3.275 KK.

Karenanya, untuk lebih mengintensifkan pengelolaan air limbah dan lumpur tinja ke depan kearah yang lebih baik, maka Pemkan Sumbawa sedang menggodok rencana untuk pembangunan IPLT yang akan dibangun tahun 2022 mendatang di TPA Raberas.

“IPLT itu nantinya akan dilengkapi sarana prasarana dan sejumlah fasiltas penunjang, termasuk teknologi dan juga peralatan yang digunakan,” tukasnya.


Disinggung soal anggaran untuk pembangunan IPLT tersebut, Haji Bur  mengakui belum bisa mengestimasi. Sebab, sejauh ini masih dalam proses penyelesaian DED nya.

“Belum bisa kami estimasi, DED nya masih dalam proses penyelesaian. Namun kami berharap dukungan anggaran dari Pusat melalui Kementerian pada tahun 2022 mendatang,” ungkap Haji Bur.

Sesuai laporan antara penyusunan DED IPLT Kabupaten Sumbawa,  sambung Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Erma Hadi Suryani ST, semuanya secara detail telah tercantum soal rencana desain bangunan, wilayah pelayanan dan kapasitas IPLT, pemilihan lokasi IPLT, rencana daerah pelayanan, perhitungan kapasitas IPLT, target layanan, volume lumpur tinja, konsep desain IPLT, karakteristik lumpur tinja.

“Termasuk soal kriteria pengolahan lumpur tinja, pemilihan alternatif teknologi pengolahan lumpur tinja, karakteristik lumpur tinja, rencana dimensi, analisis proses pengolahan dan program lainnya,” terangnya.  

Erma Hadi Suryani menjelaskan, terkait sejumlah parameter pada IPAL, masih berada  dibawah karakteristik lumpur tinja yaitu BOD, COD dan TSS.

“Sebab sampel yang diambil telah melalui proses pengolahan di unit, sehingga telah mengalami reduksi beban pencemar. Namun beberapa parameter tersebut masih diatas karakteristik air limbah tidak terolah menurut Metcalf & Eddy (1991),” paparnya.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini