tayang 15/07/2020

Air Irigasi Bendungan Mamak Belum Sepenuhnya Dinikmati Petani Lopok

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Semenjak selesai dibangun hingga saat ini Bendungan Mamak di Desa Mamak Kecamatan Lopok masih meninggalkan masalah bagi petani setempat.
Mulai pembagian air yang tidak merata, soal jaringan irigasi hingga kerusakan di pintu air masih menjadi masalah sebagian  petani di desa Lopok Kecamatan Lopok.
Kades Lopok, Amiruddin A.Md.ST, kepada awak media menyebutkan, sejak dibangunnya bendungan tersebut hingga kini petani khususnya di Desa Lopok belum sepenuhnya bisa menikmati air irigasi dari bendungan tersebut.
“Masalah itu lebih disebabkan beberapa faktor,  seperti tidak adanya saluran yang mengairi meski pintu air telah dibangun,” ungkapnya.
Karenanya, sambung Amiruddin, petani setempat hanya mengandalkan air hujan, sementara jika bisa teraliri air bendungan Mamak, maka luasan lahan yang bisa diari mencapai ratusan hektar dan petani bisa bercocok tanam dua kali dalam setahun.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya campur tangan pemerintah, minimal dibangunnya fasilitas pendukung untuk membantu pengadaan sumber air lainnya melalui bantuan sumur bor serta bantuan sumur dangkal, termasuk kantong-kantong air untuk areal persawahan dan ternak masyarakat setempat.
Adapun lokasi dimaksud, sebut dia, yakni wilayah Orong Setowar, Uma Lede, Orong Tebu dan lokasi Bara Mayung.
“Jika semua lokasi tersebut bisa dimaksimalkan dengan baik, maka tingkat kesejahteraan petani akan meningkat,” tukasnya.
Menyikapi masalah itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbawa M. Yasin Musamma berjanji akan membawa permasalahan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi di DPRD Sumbawa, tentunya ia akan berkonsultasi dan memanggil dinas tekhnis untuk membahas permasalahan tersebut.
”Keresahan petani adalah keresahan kita juga sebagai wakilnya, maka DPRD secara kelembagaan akan mencoba mencari solusi dari permasalahan ini,” pungkas Yasin Muasamma.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini