tayang 15/07/2020

Mantap, Paket JPS Gemilang Mulai Didistribusikan di Sumbawa

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang merupakan program Pemprov NTB dalam menyikapi dampak dari pandemi Covid-19, mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah. Proses pendistribusian pun telah dimulai pada Senin (27/4).
Wabup bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sumbawa – HM Ikhsan, Kepala Dinas Sosial A Yani, serta jajarannya, termasuk Kepala Perum Bulog Divre Sumbawa Kurnia Rahmawati, meninjau langsung proses pendistribusian tersebut di Gudang Bulog Labuhan Sumbawa.
‘’Bagi kami di Kabupaten Sumbawa sangat terbantu dengan program JPS Gemilang, untuk memenuhi kebutuhan bagi KPM terutama yang sebagai terdampak langsung dari wabah Covid-19,’’ tuturnya.
Sementara Kepala Disos Sumbawa Ahmad Yani menyatakan, pendistribusian paket JPS Gemilang sebagai program Pemerintah Provinsi NTB dalam menyikapi dampak dari pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemerintah telah menggelontorkan program sembako dengan memiliki indeks bantuan sebesar Rp. 250 ribu per PKM. Dimana Paket sembako terdiri dari beras, telur, minyak, produk olahan ikan, paket masker dan suplemen, yang terdiri dari susu kedelai/serbatjahe, masker, sabun cair, dan minyak kayu putih/cengkeh.
‘’Paket sembako serta paket masker suplemen disuplai oleh masing-masing pihak ketiga. Khususnya paket sembako yang terdiri dari beras serta telur untuk kabupaten,’’ terangnya.
Adapun terhadap program-program sebagai dampak Covid-19 dari Kementerian Sosial RI, selain perluasan program PKH dan Program Sembako, akan diluncurkan program Bantuan Sosial Tunai (BST). Selain itu, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kemendes PDT juga telah menginstruksi langsung melalui Dana Desa dalam menangani dampak dari pandemi Covid-19.
Hal penting dalam program tersebut yakni data KPM, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kemudian dilakukan validasi sampai tingkat lapangan yang ada di desa melalui musyawarah desa dengan melibatkan berbagai stakeholder.
‘’Kita berharap dengan ekspektasi datanya agar benar valid dan tidak tumpang tindih dalam menerima bantuan tersebut,’’ pungkasnya. (KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini