tayang 15/07/2020

Dua Warga Sumbawa Positif Covid 19, Total Pasien Positif di NTB Jadi 55 Orang

Sebarkan:

Mataram, KA.
Hingga Jumat (17/04/2020) terkonfirmasi pasien positif covid-19 di Provinsi NTB bertambah 8 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 55 orang. Dua diantaranya warga Kabupaten Sumbawa.
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dalam keterangan Persnya,  Jumat (17/04/2020), membenarkan hal itu.
Dijelaskan Sekda NTB ini, bahwa pada hari ini, Jumat 17 April 2020, telah diperiksa 53 sampel dengan hasil 45 sampel negatif dan 8  sampel baru positif Covid-19. Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, sebagai berikut,
Pasien nomor 48, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi Jawa Barat dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 di Sukabumi. Saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani karantina di bawah pengawasan ketat dari atasannya;
Pasien nomor 49, an. Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi Jawa Barat dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 di Sukabumi. Saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani karantina di bawah pengawasan ketat dari atasannya;.
Pasien nomor 50, an. Ny. BSD, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi Jawa Barat dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 di Sukabumi. Saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani karantina di bawah pengawasan ketat dari atasannya;
Pasien nomor 51, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Sukabumi Jawa Barat dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid- 19 di Sukabumi. Saat ini dalam keadaan baik dan sedang menjalani karantina di bawah pengawasan ketat dari atasannya;.
Pasien nomor 52, an. Tn. T, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 53, an. Tn. LAM, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien nomor 54, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
Pasien  nomor  55,  an.  Tn.  IK, laki-laki,  usia  51  tahun, penduduk  Desa Olat  Rarang, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dengan kondisi baik.
“Dengan adanya tambahan 8  kasus baru terkonfirmasi Positif Covid-19 dan tidak ada sembuh baru maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (17/4/2020) sebanyak 55 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 2 (dua) meninggal dunia, 42 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ungkap Lalu Gita.
Karenanya, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan,  Orang  Dalam  Pemantauan  (ODP)  dan Orang  Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 970 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 243 orang (25,1%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.
Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 226 orang dengan perincian 131 (58%) PDP masih dalam pengawasan, 95 (42%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 12 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.248 orang, terdiri dari 980 (23%) orang masih dalam pemantauan dan 3.268 (77%) orang selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.126 orang, terdiri dari 903 (80%) orang masih dalam pemantauan dan 223 (20%) orang selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid- 19 sebanyak 39.473 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 15.425 (39%) orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 24.048 (61%) orang.
Oleh sebab itu,  dihimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada seraya memberikan dukungan dan membantu or ang-orang terdekat kita yang kebetulan terkonfirmasi sebagai pasien positif Covid 19 maupun dalam status PDP, ODP, OTG, PPTG. Termasuk tidak menyebarkan video dan foto saat petugas lapangan melakukan evakuasi dan penelusuran contact tracing, terlebih dengan tambahan informasi dari sumber yang tidak jelas dan kurang valid.
“Covid-19 adalah wabah dunia. Tidak ada seorangpun yang secara sadar maupun tidak sadar ingin terpapar. Justru kita bersama harus bisa saling mengerti dan saling membantu saudara-saudara kita yang terindikasi dan terpapar beserta keluarganya untuk bisa menghadapi ujian ini bersama-sama. Peran kita semua penting untuk bisa menjaga keselamatan, kedisiplinan dan kejujuran bersama,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini