Proyek Boulevard Garuda Tahap II Dikebut, Puluhan Pohon Ditebang

Sebarkan:

Sumbawa Besar,  KA.
Proyek pembangunan ruas dua jalur (boulevard) Jalan Garuda sepanjang 1,27 Km mulai dikerjakan akhir Maret tahun ini. Sejauh ini, puluhan pohon dipinggir ruas jalan tersebut ditebang karena terdampak pelebaran jalan.
Pantauan media ini, sejak seminggu terakhir petugas melakukan penebangan pohon yang sudah berusai puluhan tahun di sepanjang ruas mulai depan Kantor Bulog Sumbawa hingga Patung Karapan Kerbau depan Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa.
Akibatnya, pengendara yang melintasi ruas jalan tersebut harus terjebak kemacetan ketika badan jalan tertutup pohon yang ditebang oleh petugas. Nampak petugas Dishub sibuk mengatur lalu lintas dari ruas jalan dua jalur tersebut. Hingga Kamis (19/03/2020), penebangan pohon hampir rampung dan tinggal menyisakan pembersihan daun dan batang pohon bekas tebangan.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah II NTB ruas jalan dalam Kota Sumbawa-Poto Tano, Mustafa ST, MT., kepada awak media, menyebutkan, proyek melalui Kementerian PUPR melalui Satker Pembangunan Jalan Negara (PJN) Wilayah II NTB itu mulai dikerjakan akhir Maret.
Pembangunan Boulevard Garuda sepanjang 1,27 Km itu diprcayakan kepada kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Nusantara dengan pagu anggaran sesuai kontrak sebesar Rp 8,6 miliar, 240 hari kalender dengan konsultan PT Jaya Akbar Konsultan,  KSO CV Replica.
“Sedangkan untuk pembangunan jembatan pelimpit Brang Biji masih dalam proses tender,” ungkapnya.
Saat ini, kata Mustafa, sapaan  akrab PPK PJN-II ini, pihaknya tengah melakukan kemungkinan upaya rekayasa, termasuk rekayasa lalu lintas  dan penebangan pohon sehingga pengerjaan ruas jalan tersebut tidak menemui kendala berarti nantinya.
Dijelaskan Mustafa, sesuai DIPA yang diterima dari Pusat, untuk pembangunan dan pemelihaaan jalan negara dan jembatan di Sumbawa dan Sumbawa Barat Pemerintah Pusat tahun anggaran 2020 ini menggelontorkan  anggaran melalui Satker PJN Wilayah II NTB sekitar Rp 100 Miliar.
Anggaran tersebut, sambungnya, dialokasikan untuk beberapa paket meliputi tiga  paket reservasi, paket pembangunan lanjutan jalan Samota, paket jembatan pelimpit Brang Biji dan paket jalan Garuda Sumbawa Besar serta dua paket pembangunan jembatan nasional di Km 70 Sepayung – Dompu dengan bentang 15–15.
Khusus untuk pembangunan jalan Samota sepanjang 1,5 Kilomter dimulai dari Seaside Hotel  menuju jembatan Samota II juga dilaksanakan dalam tahun ini. Sedangkan untuk pembangunan lanjutan jalan Garuda tahap II, dari depan Perum Bulog hingga depan IGD RSUD Sumbawa tersebut menelan anggaran sekitar Rp 12 Miliar dan untuk pembangunan jembatan pelimpit sebesar Rp 35 Miliar.
Disinggung soal sejumlah utilitas milik PT PLN, PT Telkom dan PDAM di ruas jalan Garuda Sumbawa, Mustafa menyebutkan, massalah tersebut sudah dibahas saat rapat koordinasi dengan Pemda Sumbawa.
Ia berharap sebelum action lapangan pembangunan jalan garuda  tersebut, maka seluruh utilitas milik PT PLN dan PT Telkom, termasuk tugu kerapan kerbau didepan Bandara harus sudah dibersihkan.
“Khusus untuk pembenahan jaringan pipa PDAM nanti akan disesuaikan dengan kegiatan dilapangan karena menyangkut jaringan distribusi air kepada pelanggan,” cetusnya.
Sementara itu, untuk pemeliharaan berkala jalan Negara terdapat tiga paket presentasi  dibawah penanggung jawab (kordinator) tiga PPK terdiri dari paket pemeliharaan jalan 2.1 Simpang Tano – Taliwang dan Taliwang – Jereweh – Benete dan paket jalan  2.2 Simpang Negara – Batas Kota Sumbawa Besar, serta paket jalan 2.3  dari Pal 4 – Km.70 – Batas Dompu.
“Semuanya satu paket pemeliharaan jalan yang mencakup Satker Pembangunan Jalan Negara (PJN) – II Sumbawa dengan kegiatan sistem tambal sulam (Sporadis), karena itu dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program pembangunan jalan dan jembatan nasional tersebut,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini