tayang 15/07/2020

Percobaan Penculikan Bocah 3 Tahun, Polisi Klarifikasi Sejumlah Saksi

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Beredarnya isu dugaan penculikan anak di jalan Mawar Kelurahan Bugis Sumbawa yang diunggah oleh salah seorang netizen dengan akun Facebook Ain Fauzi cukup meresahkan masyarakat, menuai respon cepat aparat kepolisian dengan turun ke TKP, Jum'at (01/02/2020).
Anggota Bhabinkamtibmas dan anggota  Polsubsektor Kota Sumbawa yang mengetahui informasi tersebut langsung menemui pemilik akun facebook tersebut. Pemilik akun itu mengatakan, bahwa informasi mengenai isu dugaan penculikan itu didapatkan dari tetangga sekaligus Bibinya yang mengaku melihat langsung kejadian aksi dua orang yang dicurigai sebagai penculik.
Atas informasi AF pemilik akun facebook tersebut, pihak kepolisian kemudian meminta agar orang yang mengaku melihat kejadian dan aksi para terduga pelaku penculikan itu untuk didatangkan. Tidak lama berselang, orang yang dimaksud AF datang. Kepada pihak kepolisian, wanita itu menceritakan bahwa dia menyaksikan langsung adanya dugaan upaya penculikan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan.
Kepala  Polsubsektor Kota Sumbawa, Ipda. M. Yusuf yang dikonfimasi diruang kerjanya mengakui, pihaknya telah mendatangi netizen berinisial AF dan wanita berinisial En yang mengaku melihat langsung aksi dugaan upaya penculikan itu. Kepada polisi wanita itu mengaku dugaan penculikan itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, wanita tersebut melihat sepasang pria dan wanita berkendara menggunakan skuter matic. Tiba-tiba, sepeda motor mereka menepi ke pinggir jalan yang kebetulan di pinggir jalan itu ada seorang anak kecil yang diperkirakan berumur dua atau tiga tahun sedang bermain.
Tanpa ada yang mengintruksi, kedua orang yang dicurigai itu mencoba menaikkan anak tersebut ke atas skuter yang mereka kendarai namun, sang anak memberontak dan menangis.
Melihat hal ini, En langsung berteriak bahwa anak itu bukan anak mereka. Karena diteriaki, kedua orang terduga pelaku penculikan itu panik dan langsung melepas anak tersebut, kemudian memacu kendaraannya menuju Jalan Kamboja, tembus ke Jalan Multatuli. Sementara En sendiri tidak mengenali anak itu karena posisinya cukup jauh dari tempat kejadian.
"Terkait kejadian tersebut, saya bersama Tim sudah turun langsung ke lokasi. Selain untuk memastikan kebenaran mengenai informasi tersebut. Sekaligus mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi lainnya," ungkapnya.
Adapun saksi yang dimintai keterangan yaitu penjaga SDN 7 Sumbawa yang membenarkan bahwa ada kejadian itu dan Dia (Penjaga Sekolah) tersebut diberitahu oleh pedagang di depan sekolahnya.
"Kamipun lantas mendatangi pedagang yang dimaksud yang berinisial Esa seraya memintai keterangan. Menurut Esa (Pedagang), Dia mengetahui kejadian itu setelah melihat anak yang hampir diculik tersebut menangis. Sebab, ibu dari anak itu sedang berbelanja di toko yang ada di depan sekolah," tukasnya.
Menurut informasi dari Esa, saat itu ibu dari sang anak sedang berbelanja di dalam toko. Sementara anaknya duduk di bale-bale di luar toko, tiba-tiba anak itu didekati oleh sepasang pria dan wanita yang mengendarai skuter matic. Keduanya langsung menarik anak tersebut untuk dinaikan ke skuter yang mereka gunakan. “Si anakpun menangis yang kemudian terdengar suara seseorang yang meneriaki aksi sepasang pria dan wanita itu. Karena ada yang meneriaki kedua orang itu langsung melarikan diri,” terang Yusuf meniru cerita Ibu Esa.
Atas kejadian ini, KasubSektor Kota 1 menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, agar senantiasa berhati-hati dan waspada, terutama pihak sekolah supaya memperhatikan anak didiknya saat pulang sekolah, apabila dicurigai ada orang yang tidak dikenali selain orang tuanya datang menjemput agar supaya segera melapor kepihak yang berwajib untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan dan lainnya.
"Kejadian ini telah kami laporkan ke satuan atas untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Agar masyarakat bisa menjadi tenang dan kondusif. Pihak sekolah juga diminta untuk memperketat pengawasan terhadap siswanya. Kami bersama Bhabinkamtibmas juga sering menyampaikan imbauan ke sekolah-sekolah berkaitan dengan adanya kejadian di SDN 5 Labuhan Badas dan isu-isu seperti ini,” pungkasnya.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini