tayang 15/07/2020

Waduh, Pasar Brang Bara Masih Sepi, Bapenda Somasi Ratusan Pedagang

Sebarkan:

Sumbawa Besar,  KA.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa terpaksa melayangkan somasi kepada ratusan pedagang pasar tradisional modern Brang Bara untuk segera melakukan aktifitasnya.
Pasalnya, sejak pembangunan pasar tersebut rampung tahun 2018 lalu, hingga saat ini belum juga ditempati oleh para pedagang.
Sekretaris yang juga Plt Kepala Bapenda Sumbawa Arif Alamsyah S.STP M.Si ketika dikonfirmasi  awak media, mengakui hingga saat ini belum ada satupun pedagang yang menempati petak kios dan los pasar Brang Bara. Kendati sebelumnya sebanyak 155 orang sebagian besar warga Brang Bara itu sudah terdaftar.
“Kami telah melayangkan surat teguran (Somasi) kepada para pedagang pasar Barang Bara sebanyak tiga kali agar mereka segera melakukan aktivitas berjualan di dalam pasar, akan tetapi tidak pernah digubris,” tukasnya.
Dari informasi yang ia peroleh, ungkap Arif, sapaan pejabat muda ini,  pedagang enggan menempati dan melakukan aktivitas usahanya di pasar Brang Bara itu, disebabkan karena lapak ikan dan sayuran yang dibangun itu terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kebiasaan selama ini.
“Termasuk petak kios sebanyak 35 unit dengan ukuran luas 2 x 2,5 meter dinilai terlalu sempit dan tidak dapat menampung barang jualan yang dimiliki pedagang, dan mereka minta bisa dirubah,” ujarnya.
Terkait keluhan pedagang pasar Brang Bara tersebut, sambung Arif, pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak Kementerian Perdagangan RI di Jakarta, terutama menyangkut soal perubahan sejumlah ruang dan assesoris dari pasar Barang Bara. Intinya, pihak Kemendag RI tidak mempermasalahkan jika lapak dan kios dirubah, sebab pasar Barang Bara tersebut telah dihibahkan Pemerintah Pusat dan kini telah menjadi asset Pemkab Sumbawa.
Karenanya, kedepan Bapenda Sumbawa akan mengusulkan perubahan dan penataan kembali sejumlah lapak ikan dan– sayuran dan petak kios yang ada. Assesoris lapak tempat jualan tersebut diperpendek sesuai dengan keinginan pedagang, bahkan untuk petak kios sebanyak 35 unit yang telah dibangun dengan sekat dinding tembok antara petak didepan dan didalam pasar itu akan dirubah dengan  menjebol tembok pembatas. Sehingga petak kios menjadi luas dengan konsekwensi tentu akan mengurangi jumlah petak kios yang ada.
“Program penataraan assesoris pasar Barang Bara Sumbawa ini merupakan harapan para pedagang itu sendiri, agar aktivitas ekonomi dapat dihidupkan kembali,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini