tayang 15/07/2020

Teringat Sepat dan Singang, Kajari Pertama Sambangi Sumbawa

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa pertama yang bertugas di Sumbawa era tahun 1980 Agung Basoegiat SH melakukan silaturrahmi dalam rangkaian napak tilasnya menyambangi kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa di jalan Manggis 7 Sumbawa Besar, Selasa.
Agung Basoegiat langsung diterima dengan hangat dan ramah oleh Kajari Sumbawa Iwan Setiawan SH M.Hum, sekaligus untuk melihat langsung tempat ia ditugaskan pertamanya di Kabupaten Sumbawa yang dinilainya sangat memliki pesan dan kesan tersendiri dalam meniti karir dan kehidupannya hingga usia senja saat ini.
Diketahui Agung Basoegiat saat ini usianya sudah mencapai 84 tahun, Kajari pertama ini berasal dari Sidoarjo Jawa Timur dengan menggunakan penopang tongkat ditangannya didampingi seorang Purnaja Kejari Sumbawa M Amin LM SH yang juga mantan anggota DPRD Sumbawa usai bersilaturrahmi dengan Kajari Iwan Setiawan dan jajaran Adhyaksa Sumbawa, ketika berbincang-bincang dengan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejari Sumbawa didampingi seorang wartawan senior Surabaya Jawa Timur yang juga putra mantan Kajari Sumbawa pertama ini, mengatakan kalau kedatangannya ke tanah Samawa tercinta ini dalam rangka Napak tilas dan silaturrahmi, mumpung diusianya yang sudah senja ini masih sehat dan bisa berjalan setelah sebelumnya melakukan hal serupa ke Larantuka Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Diceritakan, jika dirinya bertugas sebagai Kajari Sumbawa selama tiga tahun sejak 1980 sampai dengan 1983 dengan kantor berlokasi di Jalan Manggis 7 Kelurahan Umasima Sumbawa Besar ini, dengan jumlah Jaksa dan Staf ketika itu hanya sekitar 25 orang.
“Kondisi gedung kantor sempit dan sungguh sangat jauh berbeda dengan kondisi gedung yang ada saat ini, dan secara umum perkembangan pembangunan didaerah ini sungguh sangat jauh dan dinilai maju dengan pesat,”ungkapnya.
Lanjutnya, dirinya selama bertugas di tana Samawa memiliki kesan tersendiri karena selain warga masyarakatrnya yang ramah.
”Jujur saya juga teringat dengan makanan khasnya yang tak terlupakan yakni dengan singang dan sepat,” timpalnya.
Ia menjelaskan usai bertugas di Sumbawa dirinya dimutasi ke Bangkalan Madura, berlanjut meniti karirnya ke Palangkaraya, ke Sumatera dan terakhir Bengkulu dan telah memasuki Purnabhakti (pensiun) sejak 25 tahun silam atau tepatnya pensiun dari Kejaksaan pada tahun 1994 lalu dan kini bermukim menikmati hari tua bersama tiga orang anak laki-laki, menantu dan sejumlah cucunya di Sidoarjo Jawa Timur.
”Oleh karena itu saya berpesan kepada adik-adik yang masih aktif untuk dapat bekerja lebih profesional dan proporsional, karena tantangan hukum kedepan semakin besar,” pesan Agung.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini