tayang 15/07/2020

BPBD Kembali Distribusikan Air ke Daerah Terdampak Kekeringan

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa kembali mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Setelah sebelumnya sempat dihentikan, lantaran kekurangan anggaran.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik - M. Nurhidayat menyebutkan, dari komunikasi yang dilakukan dengan provinsi, sudah ada kepastian anggaran bantuan penyaluran air bersih. Pihaknya pun diminta untuk mengikuti pertemuan di provinsi terkait dengan bantuan tersebut.
‘’Hasil komunikasi dengan provinsi saya diharapkan hadir di provinsi untuk kepastian bantuan penyaluran air bersih. Informasi dari provinsi sudah ada anggarannya,’’ terangnya.
Diungkapkan, sebelumnya pihaknya mengusulkan permintaan bantuan air bersih untuk 7 juta liter. Mengenai jumlah yang akan diberikan baru diketahui setelah hasil pertemuan di provinsi nantinya. Namun informasinya nilai bantuan untuk seluruh NTB akan dikurangi.
‘’Saya mengajukan 7 juta liter. Nanti berapa yang diberikan setelah hasil rapat. Karena se-NTB ini akan dikurangi nilainya. Yang jelas sudah ada bantuan untuk anggaran,’’ tuturnya.
Setelah melakukan pertemuan, pihaknya akan langsung menyalurkan bantuan ke seluruh daerah yang kekurangan air bersih. Karena kondisi lapangan, masyarakat banyak yang membutuhkan air bersih.  Bahkan saat inipun diakuinya, penyaluran air bersih sudah di lakukan di wilayah Alas Barat. Kemudian rencananya akan disalurkan ke wilayah Lape.
‘’Setelah dari sana (provinsi) dan diberikan bantuan, langsung kita sebar air ke daerah yang membutuhkan. Ini pun sekarang kita sudah mulai salurkan karena sudah ada kepastian. Di Alas Barat karena ada yang meminta disalurkan kita sudah antar. Kalau di Lape hari ini mulai. Mereka sekarang sedang mempersiapkan tangki,’’ tukasnya.
Diketahui, kekeringan melanda sejumlah desa di 17 kecamatan di Sumbawa. Sebelumnya BPBD juga sudah melakukan pendistribusian dengan membagi zona. Namun karena keterbatasan anggaran, pihaknya belum bisa mengakomodir seluruh kebutuhan air bersih masyarakat. Pihaknya sempat menghentikan penyaluran karena anggaran yang tersedia sudah habis. Makanya beberapa bulan yang lalu pihaknya mengusulkan bantuan ke provinsi maupun pusat. (KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini