Sumbawa Besar, KA.
Tim tanggap darurat dan siaga bencana PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMMAN) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga sejumlah Desa di Kecamatan Empang , yang terdampak banjir, Sabtu sore (07/02/2026)
Bantuan tersebut, diserahkan langsung oleh Senior Manager Eksternal Relation PT AMNT, Ahmad Salim ST MM dan diterima oleh Camat Empang Abdul Rais,SH disaksikan oleh Sekda Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos, MAP, Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa M. Nure Hidayat, ST, sejumlah karyawan PT AMNT, Danramil, Polsek Empang dan masyarakat setempat, di Kantor Camat Empang, Minggu (08/02/2026).
Adapun bantuan yang disalurkan diantaranya, beras 5 kg sebanyak 300 sak. Minyak goreng 150 liter, Mie instan kuah 150 duz, Mie instan goreng 150 duz, Air mineral gelas 100 duz dan telur 150 tray.
Senior Manager Eksternal Relation PT AMMAN, Ahmad Salim ST, MM, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
Bantuan tersebut, kata Ahmad Salim, sebagai wujud kepedulian PT AMNT terhadap warga Kecamatan Empang yang terdampak banjir.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak banjir dan kami berharap kondisi kembali normal sehingga warga dapat menata kehidupan dan beraktifitas seperti semula," ucapnya.
Seperti diberitakan, banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bencana ini menerjang 10 desa di Kecamatan Empang setelah hujan deras dengan durasi cukup lama terjadi pada Sabtu (7/2).
"Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang berdampak pada 4.572 warga dan merendam 1.143 unit rumah," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Sumbawa masih melakukan kaji cepat dan pemantauan di lokasi terdampak.
Pemkab Sumbawa telah mengirimkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya kepada warga terdampak banjir.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 3-6 Februari 2026.
BMKG mencatat bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4-30 knot.(KA/In)


