tayang 15/07/2020

Sumbawa Sukses Tuntaskan Program Pamsimas dan HID

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Pelaksanaan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di  7 desa dan bantuan Hibah Intensive Desa (HID) untuk satu desa  di Kabupaten  Sumbawa tahun 2020 ini berjalan sukses.


Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa, Drs. H. Burhanuddin MT didampingi Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Erma Hadi Suryani ST, kepada awak media menyatakan, program  pemerintah pusat bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,9 miliar untuk pemenuhan kebutuhan air bersih warga pedesaan itu berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah, dari hasil evaluasi kedua program itu berjalan dengan baik sebagaimana yang diprogramkan, progress fisik pembangunan sarana prasarana air bersih dan sanitasi tuntas 100 persen akhir November lalu,” ujar Haji Bur, sapaan akrab pejabat low profile ini.

Dengan tuntasnya pembangunan sarana prasarana air minum dan sanitasi di pedesaan itu, diharapkan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga pedesaan dapat terpenuhi sebagaimana yang diharapkan.

“Apa yang telah dibangun tersebut hendaknya dapat dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,  sehingga bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang,” harapnya.


Adapun ketujuh Desa yang mendapatkan program Pansimas melalui sistem Hibah Intensive Desa (HID) itu,  terang Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Erma Hadi Suryani ST,  yakni Desa Ropang Kecamatan Ropang, Desa Boal, Desa Gapit, dan Desa Jotang Beru Dusun Tero Kecamatan Empang, Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir, Desa Dete Kecamatan Lape dan Desa Rhee Loka Kecamatan Rhee.

“Khusus untuk Desa Labangka I Kecamatan Labangka mendapatkan program HID,” terangnya.

Dalam pelaksanaan program Pansimas maupun HID  itu, sambungnya,  masing-masing desa mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 245 Juta untuk pembangunan sejumlah sarana prasarana air minum dan sanitasi yang dibutuhkan warga setempat, seperti pembangunan bak penampung air, tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) dan lainnya.

“Progres fisiknya  sudah tuntas 100 persen akhir Nopember lalu,” ujarnya.

Kegiatan selanjutnya, terang Erma, sapaan akrabnya, sejak Sabtu (05/12) hingga beberapa hari kedepan akan dilaksanakan uji fungsi yang langsung dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum dari Balai Prasarana Infrastruktur Wilayah (BPIW) Provinsi NTB.

“Rencananya serah terima pekerjaan akan dilakukan setelah selesai hari pemungutan suara Pilkada,”  pungkasnya.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini