tayang 15/07/2020

Dinas PRKP Usulkan Pembangunan Landmark “Bale Jam” di Simpang Sernu

Sebarkan:

  

Sumbawa Besar, KA

Sempat tertunda, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa kembali mengusulkan pembangunan tugu monumental penanda batas (Landmark)  di bundaran Simpang Sernu tahun 2021 mendatang.


Kepala Dinas PRKP Sumbawa, Drs H. Burhanuddin MTP, kepada media ini di ruang kerjanya, menyebutkan, sejatinya pembangunan tugu “Landmark”  bernuansa khas arsitektur Sumbawa untuk tahun 2020 ini, namun ditunda lantaran terbatasnya anggaran.

“Karena itu pembangunan tugu kembali kami usulkan dibangun tahun 2021 mendatang,” ungkap Haji Bur, sapaan akrab pejabat low profile ini.

Sedangkan untuk penyusunan Detail Engeneering Desaian (DED) tugu tersebut, sambungnya, sudah dianggarkan tahun 2019 lalu dan akan dilanjutkan dengan pembangunan tugu “Bale Jam” tersebut.

“DED nya sudah tuntas dan didukung kelengkapan UKL-UPL, termasuk izin lingkungannya.Begitu juga soal desain tugu sudah kami selesaikan,” ujarnya.

Tugu yang akan dibangun di taman bundaran ‘Simpang Bingung’ itu, terang Haji Bur,  berbentuk “Bale Jam” sebagai ‘landmark’ masuk kota Sumbawa Besar.

“Tugu tersebut merupakan minatur dari ‘Bale Jam”  yang ada di depan Istana Bala Putih sekarang ini,” cetusnya.

Tugu tersebut nantinya, kata Haji Bur, berarsitektur khas ornamen Sumbawa yang akan didukung sejumlah assesoris ornaman taman, kolam pancuran dan sejumlah ornamen lampu klasik warna warni sehingga menambah daya tarik ‘landmark’ Kota Sumbawa itu.

“Jika dari udara sebagai penanda Kota Sumbawa adalah jembatan Samota, maka Tugu “Bale Jam” akan menjadi Landmark masuk Kota Sumbawa,” katanya.

Terkait rencana pembangunan tugu monumental tersebut, kata Haji Bur,  PRKP berharap mendapatkan alokasi anggaran Pemerintah Pusat sekitar Rp 3,1 Miliar tahun anggaran 2021 mendatang. Tugu “Bale Jam” tingginya sekitar 14 meter dengan perubahan lingkarannya sedikit diciutkan dibarengi penataan median jalan.

“Nantinya sudah tidak lagi yang mengelilingi bundaran itu, tetapi akan diatur yakni menutup dua arah yang ada didukung assesoris ornamen hiasan lampu klasik warna marni,” paparnya.

Dijelaskan, Tugu “Bale Jam” simpang Sernu itu nantinya berlantai dua dengan assesoris lonceng dan taman pancuran serta sorotan sinar ornamen lampu yang diatur khusus. “Sehingga pemandangan semakin mempesona jika dilihat dari diatas “Bale Jam” dengan view  pantai Labuan Sumbawa,” tukas Haji Bur.

Lebih jauh dikatakan, PRKP Sumbawa juga telah merampungkan desaian untuk kawasan Samota cepat tumbuh, yakni membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sejumlah Lapak pedagang di sebelah kiri ruas jalan menuju jembatan Samota.

“Anggarannya mencapai belasan miliar dan kami berharap bantuan dana dari Pusat tahun 2021 mendatang,” katanya.

Kedepan, kawasan cepat tumbuh Samota itu dapat terkoneksi dengan kawasan Lempeh-Brang Biji (LEMBI) Sumbawa dengan program penataan bantaran sungainya yang dilaksanakan tahun anggaran 2020 ini.(KA-01)


 


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini