tayang 15/07/2020

Seru!, Talif, Mokhlis dan Nurdin Beradu Ide dan Gagasan di Diskusi Publik

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Diskusi publik Meneropong Arah Baru Sumbawa jilid III yang digagas Forum Mahasiswa Hukum Samawa (FMHS) Fakultan Hukum Universitas Mataram (FH-UNRAM) di Raberas Resto, Jum’at malam (22/10/2020), berlangung seru.

Diskusi tersebut, dihadiri tiga Paslon bupati dan wakil bupati Sumbawa yakni, Nurdin Ranggabarani, Talifuddin dan Mokhlis, dengan moderator M Riyadhussah SH MH (Dosen FH Unram) didampingi Panelis Dr Syafruddin SE MM (Rektor UNSA) dan Dr Lahmuddin Zuhri SH M.Hum (Dekan FH-UNSA).  Hadir juga Rektor UTS, Rektor IISBUD SAMAWA, Perwakilan LATS, Mahasiswa, Karang Taruna dan OKP lainnya.

Ketiga Paslon saling beradu ide dan gagasan  sehingga suasana diskusi berlangsung seru dan hidup.

Hal itu terlihat saat segmen  pemaparan visi misi berkaitan dengan pembangunan bidang pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur serta tanya jawab.

Paslon no urut (3) Sumbawa Bersinar Cabup Ir Talifuddin M.Si menyatakan jika dirinya sudah melihat kenyataan dilapangan, bagaimana berbagai sektor pembangunan daerah yang ditampilkan masih sangat kurang baik sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya. Karena itu, kedepan jika dirinya dipercaya untuk memimpin Sumbawa, maka tentu hal itu harus dibenahi dengan sungguh-sungguh  agar masyarakat dapat lebih sejahtera, sehingga disini sangat dibutuhkan yang namanya kejujuran dan keikhlasan.


Sedangkan Paslon no urut (5) Cawabup Sumbawa Maju, Ir H Mokhlis M.Si menyatakan bahwa malam ini adik-adik Mahasiswa FMHS FH-UNRAM telah menunjukkan perannya, karena seperti diketahaui bahwa zaman sekarang ada yang namanya “Quarter Life Crisis” dimana anak muda tidak menemukan passionnya dalam menempuh masa depannya.

“Malam ini adik-adik mahasiswa sudah membuat ranah itu untuk merajut kreasi masa depan,” ungkap Mokhlis.

Kabuopaten Sumbawa, sambungnya, 30 persen dari luas NTB, satu dari sekian Kabupaten terkaya di NTB  dan ia melihat daerah ini bagaikan sepotong surga yang dikirim ke dunia. Namun apa yang terjadi jika bicara soal jagung, sapi dan emas diluar negeri  itu semua ada di tanah Sumbawa. 

Namun  apa yang terjadi lima tahun terakhir ini rasanya tidak percaya terbalik dengan produk domestik regional bruto hari ini hanya 4%, padahal pada tahun 2016 mencapai hampir mencapai 7% artinya peredaran uang di Sumbawa tidak ada.

Bahkan, IPM Sumbawa jauh berada dari KSB, Bima maupun Mataram dan jauh berada dibawah rata-rata NTB. 

Rata-rata lama sekolah anak-anak di Sumbawa ternyata hanya 7,91 tahun dengan equivalen 8 tahun. Artinya, kelas dua SMP mengalami putus sekolah, masih jauh dari wajib belajar 9 tahun. 

“Jadi begitu yang terjadi, bahkan uang yang beredar kurang, ibarat tikus mati di lumbung padi  dan kita miskin ditengah berkelimpahan,” tukasnya. 


Sementara itu, Paslon no urut (2) Barema Jatu Samawa Cabup Nurdin Ranggabarani SH MH menyatakan berbicara mengenai birokrasi, narkoba, pemekaran wilayah dan lainnya.

“Yang saya ingin katakan bahwa birokrasi itu  tidak ada masalah, tapi tergantung dengan suasana atau kondisi dari pemimpinnya, artinya birokrasi tergantung siapa yang memimpin, sebab jika semangat yang memimpin maka semangat birokrasinya, sehingga soal birokrasi ini tergantung kepemimpinannya,” ungkapnya.

Bahkan, ia mengatakan dimana-mana bahwa puncak gunung es dari seluruh permasalahan yang dihadapi didaerah ini adalah soal kepemimpinan. Sebab, jika pemimpinnya menginspirasi maka orangpun akan terinspirasi, pemimpinnya punya semangat dan inovasi maka bersemangat dan berinovasilah semuanya. 

“Sebaliknya, jika pemimpinnya dingin maka dinginlah birokrasi kita, seperti ada pepatah yang mengatakan saya lebih takut kepada gerombolam domba yang dipimpin seekor singa daripada  segerombolan singa yang dipimpin seekor domba, dan birokrasi kita sebenarnya baik-baik saja,” pungkasnya.(KA-01)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini