tayang 15/07/2020

Gubernur NTB Sambangi Kediaman Annisa Bocah Penderita Sindrom Selaput Otak

Sebarkan:

Bima, KA. 

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi langsung Annisa (9) di kediamannya di dusun Bante, Kec Tente Kab Bima, Selasa pagi. Annisa adalah Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente. Gubernur melalui Dinas terkait langsung memberikan Bantuan Stimulan.

“Luar biasa Dinas Sosial Kab Bima dan Dinas Sosial Pemprov yg cepat merespon. Terima kasih juga pada Pak Bupati (Bima) yg segera membawa ananda Annisa ke rumah sakit…,” kata Gubernur Zul melalui akun facebooknya yang ditulis dari Bima.

Penderitaan Annisa diketahui pemerintah dari media sosial. “Media sosial memang merubah banyak hal dalam kehidupan kita..Medsos kalau digunakan dgn baik dan bijak akan sangat bermanfaat utk kemaslahatan bersama,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, selama ini Annisa tak terdeteksi krn org tua nya sering berpindah2. “Dgn medsos Alhamdulillah kini semua tertangani dengan baik. Alhamdulillah…,” tulisnya.

Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak dari pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB ,Dr. Zulkiflimansyah. Pasalnya sesaat setelah mendapatkan informasi dari media sosial terkait kondisi anak ini, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan kepada Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa. Hasilnya untuk tahap awal bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

” Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik S.Sos MH, Senin 5 Oktober 2020.

Kepala Dinas menyebutkan uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa. Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012. Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat. Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa. Bantuan ini sangat membantu Annisa dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Terimakasih Pak Gunernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” Ucapnya.

Sebelumnya Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengekspose kondisi anaknya di media sosial Facebook, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar. (KA-04)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini