tayang 15/07/2020

Eksekusi Tiga Program Pemerintah Pusat di Sumbawa Berjalan Lancar

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Pelaksanaan sejumlah program pemerintah pusat di Kabupaten Suumbawa sejauh ini berjalan lancar sesuai harapan.


Kepala Dinas PRKP Kabupaten Sumbawa Drs H Burhanuddin MTP kepada awak media, Selasa (10/10/2020), menjelaskan, untuk mensukseskan program 100-0-100 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, baik itu program penataan lingkungan, penataan pemukiman kumuh maupun sanitasi dan air bersih, dalam tahun anggaran 2020 ini Pemerintah Pusat telah menggelontorkan Dana APBN sekitar Rp 9 Miliar untuk menunjang berbagai program kegiatan pembangunan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa.

Ketiga program tersebut, terang Haji Bur, sapaan akrab pejabat low profil ini, meliputi program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di tiga Kelurahan, yakni  Seketeng, Umasima dan Bugis dengan anggaran Rp 1 Miliar dari APBN melalui Kementerian PUPR.


Adapun item pekerjaan, meliputi penataan jalan lingkungan (Rabat Beton/Paving Block), sanitasi pembuangan air limbah, pembenahan air bersih seperti di kawasan Bukit Kampung Irian Kelurahan Seketeng dibuatkan sumur bor, pembuatan MCK dan ada pula pembuatan kontainer sampah.

“Sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik, dengan kegiatan pelaksanaannya telah dilaksanakan sejak awal Juni lalu,” ujarnya.

Selain itu, sambung Haji Bur, untuk Program Infrastruktur dan Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Moyo Hulu dan Moyo Hilir masing-masing ada dua dengan anggaran sekitar Rp 3 Miliar.

Setiap desa memperoleh dana Rp 600 Juta dari APBN 2020 dengan program utama adalah untuk menghubungkan dua kawasan terisolir seperti pembangunan jalan penghubung akses dari Desa ke Desa lainnya untuk memperlancar akses transportasi dan perekonomi masyarakat setempat.

“Semua program tersebut telah berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukasnya.


Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dinas PRKP Sumbawa, Erma Hadi Suryani ST menambahkan, untuk program bantuan Hibah Air Limbah Setempat dan Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP) tahun 2020 dengan anggaran Rp 4,3 miliar lebih, progres fisiknya telah tuntas 100 persen Agustus dan September lalu.

“Sejak Senin kemarin tim dari Kementerian turun untuk melakukan verifikasi terkait hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan di sejumlah lokasi itu,” ungkapnya.

Dijelaskan, program HAMP ini bersifat “reimburse”, dimana anggaran dikeluarkan dulu oleh Pemkab Sumbawa dan akan diganti kembali oleh Pemerintah Pusat setelah pekerjaan tuntas dan dilakukan verifikasi oleh tim dari Kementerian.

Selain itu, khusus untuk program HAMP di Kabupaten Sumbawa ini  bagi program Hibah Air Limbah Setempat dengan total anggaran terserap mencapai Rp 1.350.000.000 diperuntukkan bagi 10 Desa meliputi Desa Batu Bangka dan Pungkit Kecamatan Moyo Utara, Desa Kakiang Moyo Hilir, Kerekeh dan Pelat Kecamatan Unter Iwes, Prode SP II Plampang, Desa Labangka Kecamatan Labangka dan Desa Tolo Oi – Bantulanteh Kecamatan Tarano.

Begitu juga, sambungnya, program Hibah Air Minum Pedesaan dengan nilai Rp 3 Miliar diperuntukkan bagi 10 Desa terdiri dari Desa Lamenta Empang, Selanteh Plampang, Batudulang Kecamatan Batulanteh, Desa Lopok dan Lopok Beru Kecamatan Lopok, Desa Lantung dan Ai Mual Kecamatan Lantung, Batutering Moyo Hulu, Desa Labuhan Jambu dan Tolo Oi Kecamatan Tarano, dengan jumlah sambungan satuan rumah (SSR) sebanyak 1.575 unit, dengan pelaksanaan pekerjaan dipercayakan sepenuhnya kepada kelompok masyarakat setempat.

“Progresnya telah tuntas 100 persen dan program ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” pungkasnya.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini