tayang 15/07/2020

Anggaran Tak Kunjung Cair, BPBD Sumbawa Kesulitan Salurkan Bantuan Air Bersih

Sebarkan:

 

.Warga Desa Hijrah Kec Lape Antre air bersih bantuan dari seorang Dermawan.(foto dok KA)  

Sumbawa Besar, KA.

Kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap puluhan desa di Kabupaten Sumbawa. Sedikitnya 42 desa tersebar di 17 Kecamatan mengalami krisis air bersih.  

Bahkan sebulan terakhir, krisis air bersih meluas hampir di semua desa di Kabupaten Sumbawa.

Sejumlah desa pun ramai-ramai mengajukan bantuan air bersih kepada  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, M.  Nur Hidayat kepada media ini, Kamis (08/10/2020), mengakui tidak bisa berbuat banyak untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di hampir merata di semua desa di Kabupaten Sumbawa.

Diakui Dayat, sapaan akrabnya,   pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih ke Pemerintah Provinsi NTB, namun sejauh ini pihaknya masih menunggu realisasi bantuan tersebut. Sebab, anggaran dari APBD Kabupaten Sumbawa yang sejatinya bisa dipergunakan untuk bantuan air bersih dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Memang sudah dianggarkan di APBD Sumbawa, namun lantaran ada ‘refocusing’, anggaran dialihkan untuk penanganan covid 19. Sehingga sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov NTB, namun tidak anggaran untuk itu,” ungkapnya.

Untuk menyikapi hal itu, sambung Dayat, pihaknya terus berupaya mencari jalan keluar dengan mencoba untuk kembali mengajukan anggaran ke Pemkab Sumbawa.  Upaya terakhir tersebut akhirnya membuahkan hasil, hanya saja sampai saat ini anggaran untuk bantuan air bersih tersebut belum juga dicairkan.

“Anggaran dari dana tak terduga sudah disetujui, namun sampai hari ini belum juga dicairkan, sementara kondisi di lapangan semakin parah, krisis air bersih semakin meluas,” tukasnya.

Karenanya, ia sangat berharap agar anggaran tersebut bisa segera dicairkan, sehingga air bersih bagi warga terdampak segera bisa disalurkan.

“Kami berharap dana segera dicairkan, sehingga kami bisa mendroping bantuan air bersih kepada ratusan ribu warga terdampak di seluruh kecamatan. Disinilah Negara harus hadir ditengah penderitaan rakyatnya, mereka tidak terlalu butuh makanan, hanya  butuh air,” ungkapnya sedih.

Sebelumnya, puluhan desa di  Kabupaten Sumbawa mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Sumbawa sejak  Juli 2020 lalu. Krisis air bersih di 42 desa tersebut semakin parah dan sangat berdampak terhadap kebutuhan air bersih sebanyak 20.190 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 80.785 jiwa.

Adapun desa yang mengalami krisis air bersih tersebut, diantaranya, Desa Serading di Kecamatan Moyo Hilir, Desa Lopok, Lopok Dalam dan Tatede di Kecamatan Lopok, Desa Mata dan Tolo’i di Kecamatan Tarano, Desa Merpe, Batu Putih, Sinar Jaya dan Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Desa Boal di Kecamatan Empang, Desa Labangka 1, Labangka 2 dan Labangka 3 di Kecamatan Labangka.

Selain itu, Desa Maman, Pernek, Mokong, Marga Karya, Semamung, Lito dan Brang Rea di Kecamatan Moyo Hulu, Desa Lape dan Hijrah di Kecamatan Lape, Desa Luk Karya di Kecamatan Rhee,  Desa Mapin Kebak dan Mapin Beru di Kecamatan Alas Barat, Desa Baru, Pungkit, Kukin, Sebewe, Ai Bari dan Ai Limung di Kecamatan Moyo Utara, Desa Lenangguar di Kecamatan Lenangguar, Desa Pelat dan Klungkung di Kecamatan Unter Iwes, Desa Labuhan Bajo di Kecamatan Utan, di Pulau Kaung di Kecamatan Buer, Desa Bungin dan Labuhan Alas di Kecamatan Alas serta Desa Badas di Kecamatan Labuhan Badas.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini