tayang 15/07/2020

"Gelombang Cinta' Dicuri, Emak-Emak Mengeluh

Sebarkan:
Bunga Gelombang Cinta. 

Taliwang, KA.
Di tengah pademi Covid-19 warga masyarakat dituntut lebih inovatif. Seperti para ibu-ibu di kecamatan Taliwang yang mengisi hari-harinya dengan menanam tanaman hias dalam wadah beraneka ragam model. Namun ternyata hoby itu berimbas juga pada potensi kerawanan pencurian.
Ya, para Emak-Emak  itu mengeluh karena sejak beberapa pekan belakangan ini, tanaman hias yang mereka rawat hilang dicuri.
" Saya heran, bunga saja kok sampe dicuri. Jengkelnya lagi, bunga jenis 'Gelombang Cinta' itu baru beberapa hari saja saya tanam," aku salah seorang ibu  yang berdomisili di Jl. Lasap Kelurahan Menala Taliwang.
Selain Gelombang Cinta, Ibu itu juga merawat berbagai jenis bunga dihalaman rumahnya. Mulai dari bunga Lidah Mertua, Kamboja, Bunga Kertas, Air Mata Bunda, dan Bunga Mawar. Ia  mengaku kesal karena terpaksa harus membeli lagi bunga jenis yang sama dan wadahnya sebagai pengganti yang hilang.
" Kalo harga bunga dan wadahnya tak menjadi soal. Tapi bunga itu sengaja saya tanam sebagai koleksi dan pajangan dalam rangka menghadapi lomba Kelurahan yang sebentar lagi digelar,"cetusnya.
Di para penjual bunga, biasanya, harga jual bunga 'Gelombang Cinta' ini jika umurnya diatas 1 tahun di bandrol dengan harga Rp  200- 300 ribu per wadah.  Namun saat ini mencapai Rp 500 ribu per wadah. Mungkin karena harganya mahal, maka menjadi target pencurian.
" Agar tidak hilang lagi, setiap malamnya saya terpaksa memasukkan seluruh bunga-bunga itu kedalam rumah. Meski harganya tak seberapa, kami mengharapkan aparat kepolisian juga ikut membantu pengamanan guna mencegah kembali terjadinya aksi pencurian," tandasnya.
Hilangnya tanaman hias dengan jenis yang sama itu juga dialami warga lainnya. Warga itu mengatakan bunganya diduga dicuri malam hari dengan cara dicabut paksa dari dalam pas bunga.
" Tapi saya sudah mengikhlaskannya. Mungkin dengan bunga yang dicuri itu si pelaku bisa merawatnya dengan baik hingga tumbuh subur dan beranak pinak," demikian pungkas warga itu. (KA-02)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini