tayang 15/07/2020

DPRD Sumbawa Gelar Rapat Pimpinan Sikapi Wabah Covid-19

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat pimpinan guna menyikapi kondisi kekinian, sekaligus pencegahan dan penanganan wabah virus corona desease (Covid) 19) di Kabupaten Sumbawa, Senin (06/04/2020)
Rapim kali ini dipimpin Ketua DPRD Sumbawa A Raifq, SH, didampingi Wakil Ketua, Syamsul Fikri AR. S.Ag M.Si dan Nanang Nassirudin, serta para pimpinan Komisi dan Fraksi  serta Sekretaris DPRD.
Ketua DPRD Sumbawa, A.Rafiq, menyatakan, rapim kali ini merupakan keseriusan  Dewan menyikapi persoalan covid-19. Tidak ada kata lain, semua harus turun untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan, dengan focus pengawasan di sejumlah zona yakni yakni barat, timur, selatan, dan tengah.  Sehingga dapat diketahui sejauh mana gugus dan tim tingkat kecamatan hingga desa menangani persoalan tersebut agar segera dapat disikapi.
“Hal ini menjadi tugas kita semua dan beresiko besar, kita semua turun dan bergerak secara bersama sama. Rapat kali ini menjadi rekomendasi lembaga sehingga ada kesepakatan untuk terjun bersama dengan pembagian zona,”  ungkap Rafiq.
Wakil Ketua II DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri AR. S.Ag M.Si menegaskan pertemuan tersebut harus segera direalisasikan ke tengah masyarakat,  apa yang akan dilakukan oleh wakil rakyat.
“Seperti pemantauan di  sejumlah wilayah dan posko dan dibagi menjadi beberapa tim dalam beberapa zona. Ini merupakan kunjungan dalam daerah, termasuk kelengkapan APD yang digunakan turun lapangan,” tukas Fikri.
Diakui Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, Nanang Nassirudin S.AP, sebelumnya  sejumlah anggota DPRD Sumbawa sudah melakukan beberapa upaya dalam menghadapi wabah covid-19 namun dilakukan secara personal.
“Karenanya, harus dipersiapkan sejumlah keperluan sebelum turun lapangan serta kesiapan dan keseriusan secara kelembagaan, bersama-sama di tengah masyarakat untuk mengetahui kondisi sebenarnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV,  H. Ismail Mustaram SH menegaskan, Komisi IV telah menjadwalkan turun ke Dapil IV, Selasa (07/04) khususnya untuk melakukan pemantauan di  sejumlah puskesmas di willayah  tersebut. Hal itu dilakukan, untuk melihat sejauh mana upaya yang dilakukan oleh tenaga medis dalam penanganan wabah ini, termasuk meninjau posko pengawasan di wilayah barat.
Kendala tim kecamatan saat ini, kata Ismail, yakni minimnya APD dalam melakukan pengecekan kendaraan dan penumpang, termasuk anggaran makan minum tim setiap pagi dan sore, selama ini masih swadaya.
“Persoalan ini harus secepatnya disikapi, pintu masuk harus disterilkan, percuma membuang anggaan besar jika pintu keluar masuk bocor,” ungkapnya.
Mustajabuddin S.Sos, anggota Fraksi PAN mengatakan, terkait realokasi dana Dewan untuk penanganan covid-19 harus secepatnya dialokasikan dan salah satunya untuk pengadaan APD.
“Anggota dewan wajib turun ke masing-masing desa untuk melihat langsung kondisi masyarakat di tengah wabah ini,” pintanya.
Gahtan Hanu Cakita dari Fraksi Partai Golkar menegaskan, masalah virus Corona bukan persoalan yang main-main karena berhadapan dengan sesuatu yang tidak terlihat.
“Kami minta kepada legislatif untuk serius menyikapi persoalan ini dan kami minta kepada pimpinan untuk membuat pernyataan resmi secara kelembagaan,” tukasnya.
Muhammad Faisal S.AP, Ketua Fraksi Gerindra menyatakan, kondisi seluruh zona harus diketahui secara bersama, tentunya dengan kesiapan yang lengkap terlebih APD masing-maaing anggota dewan yang turun ke masyarakat.
“Kesiapan dan langkah kita harus matang termasuk alokasi anggaran sehingga dampak penanganan virus Corona dapat disikapi secara tepat di masing -masing wilayah,” pungkasnya.(KA-01)






















Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini