tayang 15/07/2020

Menurun, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sumbawa

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Bupati Sumbawa diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sumbawa – L Suharmaji Kertawijaya mengapresiasi kegiatan pelayanan yang telah diberikan para bidan dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi. Apalagi, angka tersebut dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.
Hal itu disampaikan saat membuka pelantikan kepengurusan dan musyawarah ranting IBI Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (1/2) di aula H Madilaoe ADT lantai III kantor Bupati Sumbawa. Angka kejadian kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumbawa pada 2016 sebanyak 7 kasus, tahun 2017 menurun menjadi 4 kasus, kemudian tahun 2018 sebanyak 12 kasus, dan pada 2019 menurun lagi ke angka 8 kasus. Sedangkan angka kematian bayi tahun 2016 sebanyak 66 kasus, pada 2017 sebanyak 54 kasus, selanjutnya tahun 2018 sebanyak 74 kasus, dan pada tahun 2019 menurun menjadi 55 kasus.
Meski demikian, masih diperlukan upaya-upaya strategis dan inovatif untuk menekan kejadian kematian, terutama yang disebabkan karena faktor tidak langsung seperti “3 terlambat” yakni terlambat mengenal resiko dan mengambil keputusan, terlambat di perjalanan rujukan, dan terlambat penanganan di fasilitas kesehatan, serta “4 terlalu” yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak persalinan, dan terlalu banyak.
Untuk itu, peran bidan sangat diharapkan untuk selalu berada di garda terdepan dalam mengatasi berbagai persoalan terkait kesehatan ibu dan bayi. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2017, proporsi tenaga pemeriksa kehamilan yaitu 85 persen oleh bidan, 14 persen dokter kandungan, 0 persen perawat, dan 1 persen dokter umum. Dengan demikian, peran bidan sangat strategis, sehingga perlu terus meningkatkan kompetensinya baik secara formal maupun non formal. ‘’Pemerintah daerah dalam hal ini akan mendukung program peningkatan kapasitas bagi bidan baik melalui pelatihan maupun peningkatan strata pendidikan bagi bidan. Semoga dengan ikhtiar ini, angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat kita tekan secara signifikan,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Sumbawa - Hj. Nurhatika berharap kepada Pemda Sumbawa agar dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi para bidan yang ada. Mengingat bidan memiliki peran yang sangat strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Artinya IBI memiliki peran untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak.
‘’Melalui kesempatan ini kami mohon kiranya Bapak Bupati, Pemerintah Daerah dapat mendukung meningkatkan kualitas pendidikan bidan melalui program khusus. Teman-teman sangat merindukan program itu,’’ pungkasnya.(KA-01)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini