tayang 15/07/2020

Dinas PUPR Anggarkan Rp 7 Miliar untuk Jembatan Orong Telu

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa mengalokasikan anggaran Rp 7 miliar untuk pembangunan jembatan di Kecamatan Orong Telu tahun 2020 ini.
Kepada awak media, Kepala Dinas PUPR Sumbawa, H Rosihan ST MT, menyebutkan, pemerintah dalam tahun ini telah mengganggarkan, peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Selatan Sumbawa, yakni peningkatan jalan ruas Pungkit-Lantung dan Lantung -Ropang  senilai belasan miliar rupiah.
“Termasuk pembangunan jembatan  di Orong Telu sekitar Rp 7 Miliar untuk memperlancar arus transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.
Diakui Haji Rosihan, sapaan akrabnya, untuk ruas jalan sepanjang 26 Km di Orong Telu untuk sementara tidak dianggarkan, dan akan  diusulkan tahun berikutnya. Kendati demikian, penanganannya dilakukan secara sporadis melalui program kegiatan pemeliharaan rutin.
“Yakni penanganan darurat jalan misalnya jika terjadi longsor.  Sejak beberapa tahun terakhir ini ada dua alat berat excavator milik DPUPR standby di Tepal, Orong Telu, Lantung dan Ropang untuk menunjang kegiatan pemeliharaan rutin jalan,” ungkapnya.
Dikatakan, penanganan ruas jalan ke Orong Telu itu pernah dilakukan tahun 2017 lalu, termasuk pembangunan jembatan Sebeok tahunn 2018 lalu.
Dari lima jembatan di Orong Telu yakni jembatan Uma Buntar, Senawang (1), Senawang  (2), Senawang (3), Senawang (4) dan Sebeok. Sedangkan untuk tahun 2020 ini telah dialokasikan anggaran bagi pembangunan jembatan Tempoak Renok Senawang (2) pada ruas jalan Teladan Kelawis Kecamatan Orong Telu senilai Rp 7 Miliar.
“Saat ini dokumen tendernya sedang kami siapkan dan  segera disampaikan kepada pihak ULPBJP,” ujarnya.
Disinggung soal tuntutan masyarakat Orong Telu soal jalan dan jembatan saat mengadu ke DPRD Sumbawa beberapa waktu lalu, Haji Rosihan meminta kepada perwakilan masyarakat setempat agar bersabar mengingat alokasi anggaran pemerintah yang terbatas.
“Kami mohon agar masyarakat setempat bersabar karena belum bisa dianggarkan dalam tahun ini, namun kami telah menganggarkan Rp 7 Miliar untuk pembangunan jembatan Senawang (2),” pintanya.
Ia juga mengimbau kepada warga Orong Telu untuk meningkatkan pengawasan terutama kegiatan ilegal logging, sebab saat banjir potongan kayu yang dibawa air bah kerapkali menghantam dan merusak jembatan. Begitu juga kendaraan truck angkutan kayu yang melintas dengan beban melebihi  tonase, tentunya akan mempercepat rusaknya jalan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sumbawa Muhammad Ikhsanuddin ST, menambahkan, pemerintah dalam tahun anggaran 2020 ini menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Selatan Sumbawa sekitar Rp 32,6 Miliar.
Anggaran itu dialokasikan untuk penanganan ruas jalan Pungkit Lantung Rp 3 Miliar, jalan Lantung-Ropang Rp 15,6 Miliar, ruas jalan Batu Rotok Tepal Kecamatan Batulanteh Rp 7 Miliar dan pembangunan jembatan Tempoak Renok Senawang (2) ruas jalan Teladan Kelawis Orong Telu senilai Rp 7 Miliar.
“Program pembangunan jalan dan jembatan diwilayah tersebut memang jadi prioritas dalam tahun ini dalam rangka memperlancar akses transportasi dan meningkatakan taraf ekonomi masyarakat setempat,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini