tayang 15/07/2020

FPPK Sebut Opgab KPH di Kawasan Hutan Parigi Masih Tebang Pilih

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Operasi Gabungan KPH Empang-plampang bersama aparat keamanan di Kecamatan Empang di kawasan hutan lindung parigi Dusun Maja Desa Ongko Kecamatan Empang pada Rabu 15/1/20 lalu, menuai sorotan tajam Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa. Pasalnya, opgab tersebut terkesan masih tebang pilih.
Ketua FPPK Pulau Sumbawa Abdul Hatap yang dikonfirmasi belum lama ini menjelaskan, pada prinsipnya FPPK sangat mendukung upaya untuk menangkap para pelaku pengrusakan hutan serta pelaku illegal loging.
Hanya saja, sambungnya, disatu sisi operasi gabungan dalam upaya menindaklanjuti semua pelaku perusakan hutan jangan hanya di Kawasan Hutan Lindung Parigi saja.
“Masalah ini nantinya terkesan tebang pilih, lantaran kerusahan hutan lindung atau kawasan bukan hanya di kecamatan empang atau plampang dan tarano saja, masih banyak kawasan hutan-hutan lainnya yang sudah mengalami kerusakan dan perlu segera disikapi.,“ ungkapnya.
Soal pengrusakan dan pembakaran gubuk milik masyarakat di Kawasan Hutan Parigi dalam opgab tersebut, menurutnya, masyarakat pada dasarnya tidak akan berani melakukan aktifitas di kawasan tersebut jika tidak ada dugaan bekingan dari salah satu oknum yang mengaku dirinya sebagai pengacara.
 “Dari informasi yang berhasil di himpun oleh FPPK dilapangan, dimana infonya masyarakat berani berladang di kawasan tersebut karena mereka mendapat jaminan keamanan dari seorang yang diduga mengaku pengacara dengan menyetorkan sejumlah uang kepada pengacara tersebut oleh warga yang ingin berladang di lokasi tersebut,” ungkap Hatap.
Karenanya, FPPK sangat mengecam jika info tersebut benar adanya, menginggat lokasi hutan lindung tidak dapat diperjual belikan dan digarap tanpa melalui prosedur dan aturan yang benar. Begitu juga masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan iming-iming dari oknum manapun yang menjanjikan sesuatu yang sebenarnya akan berujung pada proses hukum.
 “ FPPK akan segera menindaklanjuti masalah ini, termasuk dugaan oknum yang sudah berani mengambil uang kepada masyarakat sehingga masyarakat berani berladang di kawasan tersebut. Begitu juga terhadap KPH yang lamban dalam mengamankan lokasi tersebut. Lokasi itu sudah gundul buru turun lapangan untuk opgab. Kami  harap operasi tersebut juga digelar di semua kawasan hutan di Sumbawa tanpa pandang bulu,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini