tayang 15/07/2020

Diserang Ulat, Petani Jagung di Lunyuk Terancam Gagal Tanam

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Serangan hama ulat  mengakibatkan tanaman jagung milik petani di Kecamatan Lunyuk banyak yang mati. Kondisi itu semakin diperparah dengan kurangnya intensitas hujan, sehingga petani setempat terancam gagal  tanam.
Kades Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Dani Murdani SP, kepada awak media, menyebutkan, minimnya curah hujan tahun ini membuat sebagian besar petani jagung merugi. Sebab, tanaman jagung milik petani yang baru ditanam mati.
“Ditambah lagi serangan hama ulat, kami  terus memantau dan berkodinasi dengan  Kadus, RT/RW bahkan dengan pemerintah kecamatan untuk mencari solusi, termasuk mengharapkan campur tangan Dinas Tekhnis,” ujarnya.
Jika dalam dua minggu kedepan curah hujan  masih minim ditambah serangan ulat, sambungnya, kondisi tersebut akan menambah kekhawatiran petani.
“Belum lagi beban utang di Bank untuk biaya operasional mereka,” ungkapnya.
Camat Lunyuk Iwan Sofyan yang dikonfirmasi kondisi tersebut, bahkan belum lama ini pihak pemerintah kecamatan sudah memanggil para pihak untuk membahas permasalahan tersebut dalam sebuah rapat di Kantor Camat Lunyuk.
Menurutnya, wajar ketika masyarakat panik, karena mereka sangat khawatir akan gagal panen ditambah serangan ulat. Langkah awal yang sudah dilakukan di beberapa wilayah kecamatan lunyuk yakni, memberikan pestisida yang dilakukan oleh pihak PPL dengan tim pestisidanya.
Pihaknya juga sudah memberikan pengarahan kepada petani agar tidak melakukan penyemprotan di malam hari, hal itu berimbas pada kesehatan petani sendiri.
 “Kami sudah himbau untuk tidak melakukan penyemprotan dimalam hari, karena sudah ada petani yang masuk puskesmas, kemudian mengalakkan penyemprotan di sore hari dengan dosis tertentu, obat tertentu dengan bekerjasama dengan tim pestisida serta mendorong pupuk lain seperti organic,” tukasnya.
Dikatakan,  Pemerintah kecamatan juga akan berkonsultasi dengan pihak Bank, bagaimana solusi terbaik ketika patani mengalami gagal panen dan sebagainya.
“Inilah bentuk kepedulian pemerintah ketika masyarakat mengalami musibah dengan memberikan respon cepat, penaggulangan cepat dan terarah,” pungkasnya.(KA-03)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini