tayang 15/07/2020

KPU Sumbawa Ajak Masyarakat Pecahkan Angka Sakral Partisipasi 80 Persen

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
KPU Sumbawa melalui program sosialisasi dan pendidikan pemilih bersama Civitas akademika IISBUD SAREA, Rabu (11/12/2019) di Auditorium IISBUD SAREA, mengajak para mahasiswa khususnya dan masyarakat Kabupaten Sumbawa pada umumnya agar meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Seminar oleh Kampus IISBUD SAREA untuk menarik minat keilmuan kepemiluan bagi mahasiswa,  dosen dan para tamu undangan yang hadir, sebanyak 45 orang.
Bertindak selaku narasumber alam acara tersebut, Ketua KPU Sumbawa M. Wildan, Muhammad Ali, S. IP selaku Ketua Divisi SOSDIKLIH PARMAS dan SDM, dan Irawansyah selaku peneliti pemilu yang mewakili lembaga JADI, hadir juga Rektor IISBUD SAREA, Miftahul Arzak, I.Kom dan Wakil Rektor III IISBUD SAREA, Edi Kurniawan.
Ketua Sumbawa, M. Wildan menyampaikan terkait tahapan Pilkada Sumbawa sebagaimana PKPU 16 tahun 2019 tentang Tahapan,  Program dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2020, khususnya terkait pencalonan, untuk bakal calon jalur perseorangan yang saat ini dalam tahap pengumuman penyerahan dukungan pada 3 Desember hingga 16 Desember 2020.
Kemudian lanjutnya, syarat dukungan paling rendah 28.105 yang dilengkapi pernyataan dukungan dan E-KTP/Suket dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan sebaran dukungan paling sedikit di 13 Kecamatan seluruh Kabupaten Sumbawa.
Sedangkan untuk penyerahan dukungan nanti pada 19 Februari hingga 23 Februari 2020. Setelah itu KPU Sumbawa melakukan verifikasi administrasi dan faktual jumlah dukungan dan sebaran berdasarkan Sistem Informasi Pencalonan (SILON) apakah memenuhi syarat sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan PKPU 18 tahun 2019.
Wildan memaparkan, bahwa bakal pasangan calon melalui jalur partai politik, dari 45 jumlah seluruh kursi DPRD Sumbawa, syarat dukungan minimal 9 kursi setiap pasangan calon. Yang mana pengumuman pendaftaran calon jalur parpol akan dimulai pada tanggal 9 - 15 Juni 2020,  pendaftaran sekaligus verifikasi berkas pasangan calon pada tanggal 16 - 18 Juni 2020, dan penetapan pasangan calon pada tanggal 8 Juli 2020.
Ketua Divisi SOSDIKLIH PARMAS dan SDM KPU Sumbawa, Muhammad Ali, S. IP, berharap bahwa pada pembentukan paradigma kepemiluan bagi generasi muda di Sumbawa, agar seluruh masyarakat Sumbawa mendukung KPU Sumbawa.
"Kita bersama-sama memecahkan angka sakral 80 persen partisipasi pemilih pada Pilkada Sumbawa dari Juni 2005 yang belum terpecahkan hingga Pilgub 2018 yang lalu," tegasnya.
Hal ini kata Ali, bukan hanya kewajiban KPU Sumbawa tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat Sumbawa, maka menggunakan hak pilih pada 23 September 2020 nanti adalah langkah keberlangsungan (sustainable) dan cara mudah mengabdi pada daerah dan negara.
"Pilkada ini lahir atas kedaulatan rakyat (demokrasi), tentu kita harus manfaat Pilkada 2020 bagi masyarakat Sumbawa sebagai media dan cara rakyat menggunakan kedaulatannya dalam memilih yang akan memimpin untuk menyelesaikan masalah dan menyerap aspirasi mereka 5 tahun ke depan. Tentu kita tidak ingin karena 1 orang tidak gunakan hak pilih merugikan semua orang yang memilih baik prosesnya maupun hasilnya pada Pilkada 2020," imbuh Ali.
Ali menambahkan, bagi yang berminat partisipasi, pada tanggal 15 Januari 2020 nanti ada perekrutan PPK, pada tanggal 15 Februari perekrutan PPS dengan syarat miliki kemampuan IT, dan perekrutan KPPS pada tanggal 21 Juni -  21 Agustus 2020.
Sebelumnya KPU Sumbawa sudah Launching Pilkada, Sayembara Jingle, Maskot dan Lomba Cipta Baca Puisi dan KPU Sumbawa ke depan akan melakukan Deklarasi damai bagi peserta dan masyarakat, KEMAH PEMILU bagi pemilih pemula, dan Pembentukan Relawan Demokrasi.
"Upaya ini merupakan bentuk keseriusan kami agar angka sakral partisipasi 80% mampu dicapai sebagaimana pemilu 2019. Kami juga berharap pengabdian masyarakat Sumbawa untuk aktif sosialisasi diberbagai kegiatan sosial budaya terkait pilkada 2020," lanjutnya.
Slogan PILKADA Sumbawa "PANDAI" (Partisipatif, AmaN, Damai dan ber-Integritas) tahun 2020, bukan sekedar Slogan tapi spirit, visi dan misi KPU Sumbawa untuk sukseskan Pilkada Sumbawa yang aman, damai, adil dan bebas dari  politik Amoral Money politic, informasi Hoax, dan Isu SARA.
Politik Amoral ini rentan terjadi di saat Kampanye dan hari tenang selama 3 hari. Jadi harapan kami "Ayo Nyoblos 23 September 2020 dan Tolak segala bentuk Politik Amoral".(KA-01)












Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini