tayang 15/07/2020

Kontraktor Mengeluh, Pencairan Termin Proyek Dikes “Ngadat”

Sebarkan:
Proyek Pembangunan UGD Puskesmas Kecamatan Utan (foto dok KA)

Sumbawa Besar, KA,
Kontraktor proyek pembangunan dan rehabilitasi UPT Puskesmas di sejumlah Kecamatan pada Dinas Kesehatan Sumbawa tahun 2019 belakangan ini mengeluh. Pasalnya, kendati proyek telah rampung dikerjakan, namun pencairan termin hingga saat ini belum juga terealisasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa A Malik S.Sos, ketika dikonfirmasi awak media, mengakui belasan paket pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas di sejumlah Kecamatan sudah rampung 100 persen sesuai kontrak.
“Ada yang selesai Agustus, September dan awal Desember, sehingga kontraktor pelaksana berhak untuk mengajukan pencairan termyn terakhir,” tukasnya.
Hanya saja, sambung Malik, sapaan akrabnya, pencairan termin proyek tersebut menemui kendala, yakni terlambatnya dropping dana  DAK Reguler dari Pusat yang masuk ke kas daerah. Informasinya, DAK dimaksud dipastikan sudah bisa masuk Senin (23/12/2019).
“Surat Perintah Membayar (SPM) sudah jadi, sehingga ketika uangnya sudah masuk, maka kontraktor sudah dapat mencairkan termin proyek yang menjadi haknya Senin, karena itu atas nama jajaran Dikes Sumbawa, kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut,” ungkap Malik.
Seperti diberitakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI tahun anggaran 2019 selain menggelontorkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi untuk pembangunan infrastruktur sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang bagi 6 UPT Puskesmas Kecamatan di Kabupaten Sumbawa senilai Rp 35 miliar, juga ada DAK reguler Rp 7 Miliar diperuntukkan khusus untuk menunjang pembangunan dan rehabilitasi 14 UPT Puskesmas Kecamatan, Puskesmas Tarano, Labangka, Maronge, Plampang, Lape, Moyo Hulu, Labuan Sumbawa, Unit II Brang Biji, Alas Barat dan Puskesmas Utan, dengan item pekerjaan pembangunan dan rehabiitasi yang dilaksanakan meliputi pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD), rumah dinas, ruang laundry dan ruang bersalin (Ponet).
Malik juga meminta kepada seluruh UPT Puskesmas yang telah tuntas kegiatan pembangunan dan rehabilitasi atas sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang kesehatan yang dibangun  tahun 2019 ini untuk segera memanfaatkan sesuai dengan peruntukkannya, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan.
Sedangkan untuk Puskesmas Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas, sambung Malik, sudah mulai beroperasi seminggu yang lalu. Pihaknya, telah menempatkan 12 orang petugas, terdiri dari perawat, bidan, analis, apoteker dan staf administrasi.;
“Saat ini kami tinggal mencari minimal tiga orang dokter, dan sedang diusulkan ke Pusat, untuk mendapatkan dokter nusantara sehat (NS) yakni 2 dokter umum dan 1 dokter gigi,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini