tayang 15/07/2020

Jelang Tahun Baru, Masyarakat Diajak Ikut Pesantren Kilat

Sebarkan:
Para Santri TPQ Nurul Huda Kebayan Kelurahan Brang Biji  Sumbawa Besar. (foto dok KA)

Sumbawa Besar, KA.
Salah satu lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Sumbawa Deeniyat Sumbawa mengajak masyarakat untuk mengikuti pesantren kilat. Itu dilaksanakan menjelang tahun baru 2020. Untuk menghindari para remaja terutama dalam melaksanakan pesta pada malam pergantian tahun tersebut.
‘’Ini ada hubungannya dengan perayaan tahun baru. Kegiatannya untuk mengarahkan dari hal-hal yang negatif ke positif. Jangan sampai turun bencana. Kita antisipasi sambil membiasakan anak-anak dengan amalan-amalan Islami,’’ tutur Ketua Lembaga Deeniyat Sumbawa – Ustadz Slamet Riyadi kepada wartawan.
Dalam kegiatan ini, pihaknya akan membuka pendaftaran pada tanggal 28 Desember 2019. Sementara kegiatan dilaksanakan pada 29 hingga 31 mendatang. Masyarakat yang ingin mendaftarkan diri bisa langsung ke panitia Pesantren Kilat Apel Mas (Pesantren anak-anak, pelajar, mahasiswa, masyarakat) sekitar wilayah Unter Katimis. Yang bisa mendaftar mulai dari usia diatas kelas 5 SD hingga seterusnya. Dan dalam pendaftaran ini tidak dipungut biaya. ‘’Ini Pesantren kilat, kegiatannya selama tiga hari,’’ terangnya.
Diungkapkan, tujuan pesantren kilat ini untuk membekali anak-anak bagaimana dari dasar mereka bisa mengennal Islam lebih dalam. Diakui sejauh ini banyak yang mengenal Islam, namun tidak begitu mengetahui sejauh mana praktik Islam itu seperti apa. ‘’Kadang ada yang kita suruh baca syahadat, malah baca shalawat. Ini ada beberapa kasus,’’ ujar Imam I di Masjid Syuhada Sumbawa ini.
Dijelaskan, dalam pesantren itu nantinya cukup banyak kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti setelah Sholat Subuh dilaksanakan pengajian umum, kemudian pada pagi hari dilaksanakan halaqah tajwid, dengan memberikan kalimat-kalimat motivasi seperti firman Allah, sabda Rasulullah, menjelaskan tentang untungnya membaca Al-Qur’an, untungnya dzikir, untungnya sholat, serta lainnya.
‘’Kita tahunya kalau tidak sholat itu dosa, kalau sholat itu pahala. Tapi amal-amal yang lain sehubungan dengan sholat ada yang kita nda tahu,’’ tukasnya.
Dilanjutkan, kemudian ba’da Zuhur pihaknya melatih para peserta untuk tampil berpidato walaupun singkat. Selanjutnya ba’da Ashar dilakukan penghafalan. Setelah itu pada ba’da Magrib dilaksanakan ceramah umum, serta ba’da Isya membacakan kitab fiqih. ‘’Disana kita belajar bagaimana adab Rasulullah dalam makan, tidurnya Rasul bagaimana. Ternyata minum pakai tangan kiri itu bukan contoh Rasulullah. Makan sambil berdiri itu tidak benar. Tidur saja ada aturannya seperti Nabi. Intinya bagaimana merubah adat jadi ibadat. Bagaimana adat kita setiap hari itu menjadi ibadat. Masuk WC itu kita lakukan setiap hari, tapi bagaimana kita lakukan itu dengan cara Rasulullah, maka bernilai ibadat,’’ pungkasnya. (KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini