tayang 15/07/2020

Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris di Pulau Sumbawa

Sebarkan:

Mataram, KA.
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap enam warga terduga jaringan terorisme dalam sebuah operasi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (30/11/2019). 
 “Penindakan tersebut merupakan kewenangan Densus 88 AT Mabes Polri dengan diback-up Polda NTB,” ujar Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana, AS. MM kepada awak media, Selasa (3/12/2019).
Dijelaskan Kapolda, kegiatan penangkapan terhadap 6 orang yang diduga terkait jaringan terorisme masing-masing MZ, OWR, AG, AS, IF, RN tersebut oleh tim Densus 88 Antiteror terjadi di Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat.
“6 terduga terorisme itu ditangkap di Bima dan  Sumbawa Barat. Saat ini Tim Densus masih melakukan pengembangan,” ujarnya.
Sepeti diketahui, sambung Nana Sudjana, masih ada individu atau kelompok yang terpapar oleh paham-paham dengan memanipulasi agama yang menentang Pemerintah Republik Indonesia dan juga tidak sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 maupun peraturan perundang-undang lainnya. “Sehingga kita harus memahami bahwa apa yang dilakukan oleh Densus 88/AT Mabes Polri merupakan tindakan yang berdasarkan aturan Undang-undang,” tukas Kapolda.
Karenanya, untuk menegakkan hukum terhadap kejahatan yang serius, yang dapat membahayakan ideologi negara, keamanan negara, kedaulatan negara, nilai-nilai kemanusiaan serta berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. sehingga pemberantasannya memang perlu dilakukan secara khusus, terencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan.
"Mari kita beri kesempatan Tim Densus 88/AT Mabes Polri untuk bekerja di wilayah NTB. Dengan mencermati perkembangan saat ini, jajaran Polda NTB tetap melaksanakan Program Prioritas Nasional yaitu Quick Wins Polri dalam upaya deradikalisasi maupun kontra radikalisme," imbuh nana.
Selain itu juga,  ada kerja sama dengan Pemda, TNI dan BNPT tetap diperkuat.
Kapolda mengharapkan baik tokoh-tokoh agama, masyarakat maupun komponen lainnya dapat berperan agar meningkatkan 'kekebalan' terhadap paham-paham yang sering memanipulasi agama. Sebab, tidak satupun agama yang mentolerir aksi-aksi kekerasan dan teror.
“Kita tetap waspada dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap aksi-aksi teror yang diarahkan kepada anggota, markas komando atau asrama Polri. Alhamdulillah situasi dan kondisi saat ini relatif kondusif. Aktivitas berjalan normal seperti biasanya, mari kita terus membangun NTB dalam situasi yang aman dan tentram. Terimakasih atas dukungan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Negara akan terus hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban,” pungkas Jenderal Bintang Dua ini.(KA-04)







Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini