tayang 15/07/2020

Progres Fisik Baru 57 Persen, Pembangunan Dermaga Medang Terancam Molor

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Progres fisik pembangunan Dermada di Pulau Medang Kecamatan Labuhan Badas sejauh ini baru mencapai 57 persen, sementara limit waktu pengerjaan tinggal hitungan hari hingga akhir Desember. Proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp 10 miliar lebih itu terancam molor dan dilakukan perpanjangan kontrak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Abdul Azis ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (26/11/2019), menyebutkan, sejauh ini progres fisik pembangunan dermaga Pulau Medang sudah mencapai 57 persen.
“Sejauh ini progress fisik dermaga Medang sudah mencapai 57 persen,” ujarnya.
Diakui Azis, sapaan akrabnya, keterlambatan pengiriman material ke lokasi menjadi kendala utama dalam pengerjaan proyek tersebut, sehingga progress fisik belum memenuhi target yang diharapkan.
“Kontraktor terus berupaya mengejar target, saat ini sedang dilakukan perakitan material pabrikan,” terangnya.
Ia tidak menampik kemungkinan dilakukannya perpanjangan kontrak proyek tersebut, mengingat tenggat waktu pengerjaan dermaga tersebut tinggal sebulan lebih.
“Tentunya kami akan berkordinasi dan meminta arahan T4D, jika nantinya dilakukan perpanjangan kontrak,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan,  pemasangan tiang pancang dermaga Medang sudah selesai. Untuk kelanjutan pekerjaan dermaga ini mengalami kendala pada pengiriman material balok precast serta batu untuk causeway. Awalnya, kapal tongkang yang membawa material dari Surabaya rencananya tiba di Medang tanggal 25 Oktober lalu. Namun terjadi perubahan jadwal tongkang merapat ke Pelabuhan Situbondo. Sehingga pengangkutan material dari daratan ke tongkang menjadi terlambat.
Dari komunikasi yang dilakukan dengan konsultan pengawas dan pelaksana, pengiriman material sudah dilakukan. Diperkirakan awal November material sudah tiba di Medang. ‘’Ternyata terjadi perubahan jadwal tongkang masuk di Pelabuhan Situbondo. Sehingga material yang sedianya diangkut tidak bisa merapat. Kemarin saya sudah konsultasi dengan konsultan pengawas  dan pelaksana, tanggal 30 Oktober baru bisa masuk tongkang ke pelabuhan Situbondo. Perkiraan 4 hari Insya Allah sudah nyampai di Bugis Medang materialnya,’’ tukasnya.
Ketika nantinya kapal tongkang sudah tiba, lanjut Aziz, maka balok precast langsung dipasang di atas tiang pancang. Begitupula pengerjaan causeway. Dimana untuk mengejar deviasi yang ada, pihaknya sudah menekankan kepada pelaksana untuk menambah jumlah pekerja.
‘’Kita usahakan terkejar deviasi itu. Saya sudah wanti-wanti pelaksana agar menambah jumlah pekerja. Supaya pekerja yang pasang balok precast beda dengan yang pasang causeway,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini