tayang 15/07/2020

Kadis Dikbud Optimis Paket DAK Rp 50 Miliar Tuntas Akhir Tahun

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa H Sahril S.Pd M.Pd  menyatakan optimis program rehabilitasi sarana dan prasarana  baik TK/Paud hingga SD/SMP se Kabupaten Sumbawa bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan Rp 50 miliar 2019 tuntas Desember mendatang.
“Alhamdulilah, semua berjalan ‘on the track’ sesuai harapan dan kami optimis rampung akhir tahun anggaran 2019 ini,” ungkapnya ketika ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (04/11/2019).
Dijelaskan Haji Sahril, sapaan akrabnya, alokasi anggaran yang diperuntukkan bagi sejumlah sekolah penerima bantuan tersebut masuk ke rekening sekolah masing-masing untuk menunjang kegiatan rehebilitasi sarana dan prasarana sekolah, baik rehab ringan, sedang dan berat meliputi rehabilitasi ruang kelas, perbaikan plafon, ruang perpustakaan dan lainnya menggunakan sistem swakelola oleh sekolah yang bersangkutan  sesuai perencanaan dan schedule program yang ditetapkan.
Pemerintah menggelontorkan anggaran cukup besar, kata Haji Sahril, dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal pendidikan dasar di daerah ini dan dilakukan secara bertahap. Karenanya, anggaran tersebut hendaknya dikelola dengan sebaik-baiknya sesuai dengan program yang direncanakan oleh sekolah penerima bantuan.
“Untuk tahun ini total ada 184 sekolah mendapatkan bantuan DAK dengan nilai total mencapai Rp 50 Miliar, terdiri dari Sekolah Dasar sebanyak 164 sekolah dengan nilai total anggaran sebesar Rp 32 Miliar dan untuk SMP sebesar Rp 16 Miliar dan sisanya untuk TK/PAUD,” paparnya.
Haji Sahril menambahkan, mekanisme penyaluran anggaran bantuan DAK tersebut dimasukkan ke kerekening sekolah masing-masing dan action kegiatan fisik sudah dimulai 1 Agustus lalu dan diharapkan rampung Desember mendatang.
Dalam pelaksanaan kegiatan didampingi oleh tim fasilitator (konsultan) yang ditunjuk dari eksternal yang tersebar pada tiga zona. Tugas fasilitator melakukan pendampingan program mulai dari proses perencanaan hingga pembangunan fisik berakhir.
“Kami minta kepada sekolah pelaksana kegiatan dapat bekerjasama dengan tim fasilitator agar program dapat berjalan baik sesuai perencanaan dengan mengedepankan kualitas,” pungkas Haji Sahril.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini