tayang 15/07/2020

Bayi Berkelamin Ganda Tanpa Anus Butuh Bantuan Dermawan

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Bayi bernama Delisa Apia asal Dusun Bunga Eja, Desa Brang Kesaming, Kecamatan Empang, diketahui lahir dengan kelamin ganda. Selain itu, anak dari pasangan Suherman dan Julia itu ketika lahir juga tidak memiliki lubang anus dan mulut dalam keadaan sumbing. Ia saat ini sangat membutuhkan bantuan dari banyak pihak dalam hal penyembuhannya. Sekarang bayi malang tersebut dirawat di RSUD Sumbawa.
dr. Riani Sp.A, yang menangani Delisa mengungkapkan, secara sepintas kelamin ganda itu dapat terlihat, namun secara medis belum dapat dipastikan. Saat dirujuk ke RSUD Sumbawa pada (27/9) lalu, bayi dalam keadaan sesak nafas dan kedinginan. Sehingga pihaknya segera menghangatkan bayi, memasang infus dan memasukannya ke incubator yang disertai melakukan tindakan medis lainnya.
Kondisi bayi malang tersebut masih dalam keadaan panas dan sempat mengalami kejang. Sementara untuk buang air besar masih belum bisa dilkukan. ‘’Karena kondisi bayi yang sesak, maka kami memberikan oksigen yang memakai tekanan dan selama diberikan oksigen bertekanan tersebut keadaan bayi masih belum stabil, tetap dalam keadaan sesak. Dan kami coba berkonsultasi dengan teman segala bidang bagaimana penanganan bayi ini. Kami juga telah menjelaskan keadaan bayi kepada pihak keluarga (Ayah bayi), agar supaya anaknya ini secepatnya dirujuk ke rumah Sakit yang lebih lengkap alatnya dan begitu pula saran dari Dokter bedah sendiri. Namun karena permasalahan administrasi serta kondisi biaya makanya pihak keluarga belum melakukan tindakan untuk merujuk bayinya,’’ terangnya kepada wartawan.
Sementara Ayah Delisa - Suherman yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat kehamilan istrinya sempat mengalami pendarahaan diusia kandungan memasuki empat bulan. Sehabis kejadian itu, ia mengajak istrinya untuk USG dan dokter. Saat itu diketahui kondisi bayinya baik-baik saja, dalam keadaan normal. Namun ternyata ketika melahirkan tidak normal seperti bayi biasanya.
Dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika Delisa dianjurkan harus dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap. Karena keluarganya tidak memiliki biaya dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sehingga ia mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah maupun uluran tangan para dermawan. (KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini