tayang 15/07/2020

Pulau Dangar Ode Terancam Abrasi, LSM GEMPUR Pasang Penahan Gelombang

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Keberadaan Pulau Dangar Ode (Kecil) di wilayah perairan Dusun Prajak Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa, NTB, kini terancam abrasi.
Jika tidak segera ditangani, maka Pulau di perairan Teluk Saleh yang terkenal dengan keindahan pantainya itu, terancam ‘lenyap’ dari muka bumi.
Kondisi tersebut, mengundang keprihatinan Ketua LSM Gempur  Hamzah.
Kepada awak media, Hamzah mengaku prihatin dengan kondisi sejumlah Pulau kecil di Teluk Saleh, terutama Pulau Dangar Ode di wilayah Dusun Prajak Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir.
Bagaimana tidak, sambung Hamzah, pulau dengan potensi pariwisata dan sektor perikanan itu terkesan tidak terurus oleh pemerintah, bahkan terancam semakin mengecil akibat abrasi tergerus gelombang.
Karenanya, selaku pegiat LSM yang peduli dengan pembangunan daerah menggugah hati pemerintah dan sejumlah stakeholder untuk bersama-sama menyikapi masalah tersebut.
Sebagai langkah awal, sambung Hamzah, ia mengajak sejumlah kelompok organisasi masyarakat yang telah terbentuk 3 tahun lalu, di Dusun Prajak Desa Batu Bangka untuk gotong royong membuat penahan gelombang dari karung berisi pasir di sepanjang pantai bagian selatan Pulau Dangar Ode.
“Alhamdulilah, kami bersama sejumlah Pokmas menggelar aksi gotong royong membuat penahan gelombang dari karung berisi pasir 2 hari yang lalu,” ungkap Hamzah.
Menurutnya, kegiatan gotong royong bersama yang dilakukan oleh gabungan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Remaja Masjid didampingi LSM Gempur itu, sebagai bentuk aksi kepedulian dalam upaya antisipasi dan meminimalisir tingkat kerusakan akibat abrasi.
Dikatakan, awalnya Pulau Dangar Ode luasnya sekitar 1,5 hektare lantaran terus dihantam gelombang kini luasnya tersisa sekitar kurang dari 1 hektare.
“Jika tidak ada pihak yang peduli maka dikhawatirkan pulau ini akan lenyap dari muka bumi,” tukasnya.
Diakui Hamzah, Pulau Dangar Ode yang dijuluki surga tersembunyi oleh wisatawan domestik ini,  dalam kondisi musim gelombang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15-20 menit menyeberang dengan menggunakan speedboat dari dermaga Prajak.
“Pulau Dangar Ode dengan pantai dan keindahan bawah lautnya yang eksotis ini kita harapkan menjadi destinasi wisata sehingga mampu meningkatkan taraf hidup warga setempat. Apalagi dengan dibangunnya akses jalan lingkar utara SAMOTA, maka semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dangar Ode,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini