Ketua PSI Sumbawa Haji Novel Siap Beli Surat Utang Perseroda PT Sabalong Samawa

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPD PSI Sumbawa, Haji Novel, SH. Di tengah sorotan terhadap kondisi PT. Sabalong Samawa yang dinilai belum bergerak maksimal.

Haji Novel menyatakan kesiapannya membantu penyelamatan Perseroda melalui skema pembelian surat utang dan penguatan modal usaha.

Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan berani di tengah berbagai persoalan yang selama ini membelit Perseroda Sumbawa. Mulai dari lemahnya ekspansi bisnis, keterbatasan modal, belum optimalnya tata kelola perusahaan, hingga minimnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Menurut Haji Novel, Perseroda tidak boleh hanya menjadi simbol perusahaan daerah tanpa arah bisnis yang jelas. Ia menilai sudah saatnya dilakukan langkah besar untuk membangkitkan perusahaan daerah agar benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Sumbawa.

“Kalau memungkinkan sesuai aturan, saya siap membeli surat utang Perseroda agar perusahaan ini bisa kembali bergerak optimal, sehat, dan profesional,” tegas Haji Novel. 

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan pihak perseorangan dalam penguatan badan usaha milik daerah dimungkinkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Regulasi tersebut membuka peluang kerja sama investasi dan penyertaan modal dengan pihak lain sesuai mekanisme hukum dan keputusan pemegang saham.

Tak hanya itu, Haji Novel juga menawarkan gagasan solusi konkret untuk membangkitkan Perseroda Sumbawa. Di antaranya restrukturisasi manajemen, audit menyeluruh terhadap aset dan unit usaha, penguatan tata kelola profesional, serta pembukaan sektor bisnis produktif berbasis potensi unggulan daerah. Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, energi, perikanan hingga pariwisata yang seharusnya dapat menjadi sumber keuntungan Perseroda apabila dikelola secara serius dan profesional.

“Perseroda harus menjadi lokomotif ekonomi daerah, bukan hanya perusahaan formalitas yang hidup dari penyertaan modal pemerintah,” ujarnya. 

Pernyataan Ketua DPD PSI Sumbawa tersebut kini memantik perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai gagasan tersebut dapat menjadi momentum evaluasi besar terhadap arah bisnis dan masa depan BUMD di Kabupaten Sumbawa.

Kini masyarakat menunggu apakah gagasan besar Haji Novel akan mendapat respons positif dari pemerintah daerah dan para pemegang kebijakan, atau justru menjadi awal perubahan besar dalam sejarah pengelolaan Perseroda di Sumbawa.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini