Kolaborasi Multipihak Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari

Sebarkan:

Jakarta, KA.

Komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis kelestarian lingkungan di Kabupaten Sumbawa semakin diperkuat melalui pertemuan strategis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dan sejumlah mitra nasional maupun internasional dalam rangka mendukung Program Sumbawa Hijau Lestari.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Berlian Rayes, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa Dedy Heriwibowo, bersama Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Julmansyah. Turut hadir mendampingi, Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Dr. Tri Joko Heryanto, Direktur The Asia Foundation Franz Siahaan beserta tim, Akademisi Universitas Mataram Dr. Andi Khairil Ikhsan, Direktur KONSEPSI Dr. M. Taqiyuddin, serta Tim Ford Foundation.

Dalam forum diskusi yang berlangsung dinamis dan konstruktif tersebut, Direktur Julmansyah menegaskan bahwa diperlukan sinergi yang lebih kuat untuk mempercepat upaya penyelamatan dan rehabilitasi hutan serta lahan yang telah diinisiasi dan dimasifkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa.

“Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Sumbawa merupakan fondasi penting. Ke depan, sinergi program dan dukungan multipihak menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan rehabilitasi hutan dan penguatan tata kelola tenurial,” ujar Julmansyah.

Bupati Sumbawa menegaskan bahwa Program Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi merupakan strategi pembangunan daerah yang menyatukan aspek ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. 

Rehabilitasi hutan, penguatan perhutanan sosial, serta penyelesaian konflik tenurial menjadi bagian integral dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Para peserta diskusi menunjukkan antusiasme tinggi dan menyampaikan berbagai peluang dukungan, baik dalam bentuk program teknis, pendampingan kelembagaan, penguatan kapasitas, hingga akses pendanaan melalui berbagai skema kehutanan dan pembiayaan lingkungan yang relevan. Skema pendanaan dari BPDLH, dukungan teknis dari lembaga mitra, serta penguatan riset dan advokasi kebijakan menjadi bagian dari opsi kolaborasi yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Hasil pertemuan ini menghasilkan kesepahaman awal mengenai pola kolaborasi multipihak yang akan ditindaklanjuti secara operasional di Kabupaten Sumbawa. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi hutan dan lahan kritis, memperkuat pengakuan hutan adat dan perhutanan sosial, serta membangun model tata kelola lingkungan yang inklusif dan berkeadilan.

Menanggapi inisiasi ini, Dr. Tri Joko Direktur BPDLH memberikan dukungan dengan menjelaskan windows yang ada di BPDLH. Hal yang sama juga disampaikan oleh The Asia Foundation, lembaga filantropi ini akan membantu bersama KONSESPI NTB dan Bappeda Sumbawa agar ada beberapa pilot Project dan memastikan Sumbawa Hijau Lestari terimplementasi. 

Menurut Julmansyah, ia berupaya merajut para pihak ada agar pembiayaan non APBN di saat efesiensi dan ruang fiskal terbatas. Bahkan kata Julmansyah beberapa lembaga filantropi lain juga akan ikut dalam konsorsium Sumbawa Hijau Lestari ini. 

Balai Perhutanan Sosial Denpasar sebagai UPT Kementerian Kehutanan juga akan berkontribusi seluasnya kurang lebih 500 Ha program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi (FAPE) Perhutanan Sosial.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Berlian Rayes, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktur Julmansyah dalam menggalang dukungan para pihak untuk mendukung semangat dan langkah bupati Sumbawa yang telah ditunjukan secara masif di lapangan. DPRD Sumbawa akan mendukung langkah-langkah yang ditempuh Bupati Sumbawa dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari.

Kepala Bapperida, Dedy Heriwibowo akan mengagendakan tindak-lanjut pertemuan ini untuk mengkonsolidasikan berbagai gerakan bersam tersebut dengan melibatkan pemerintah, legislatif, lembaga pendanaan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta elemen komunitas masyarakat dalam menjaga warisan ekologis Sumbawa bagi generasi mendatang melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan sesuai visi Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju dan sejahtera.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini