tayang 15/07/2020

Disebut Tidak Jujur oleh RSUD, Keluarga Balita Positif Covid Keberatan

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Pihak keluarga balita usia 4 tahun asal Kecamatan Lantung dan tercatat sebagai pasien  positif Covid-19 yang kini menjalani perawatan intensif di RSUP NTB di Mataram, mengaku keberatan menyusul pernyataan pihak RSUD Sumbawa yang menyatakan pihak keluarga pasien tidak jujur terkait kondisi kesehatan balita yang sempat dirawat di RSUD Sumbawa sebelum di rujuk ke Mataram.
Pernyataan pihak RSUD Sumbawa itu sempat dilansir sejumlah media dan  menjadi topik hangat di  kalangan masyarakat  Sumbawa khususnya di Kecamatan Lantung bahkan di media sosial.
Iwan Prabu, warga Lantung yang juga kerabat balita tersebut kepada awak media Rabu (27/05/2020) menyatakan sangat keberatan dengan pernyataan pihak RSUD Sumbawa yang menyebut keluarganya tidak jujur terkait kondisi kesehatan balita tersebut.
“Kami sangat keberatan, karena tudingan pihak RSUD Sumbawa tersebut tidak benar sama sekali,” ungkap Iwan.
Karena itu, Iwan meminta agar pihak terkait tidak mencari kambing hitam dengan menyebarkan berita ‘Hoax’, sebab keponakannya itu dirujuk ke RSUD Sumbawa dengan kondisi mengalami sakit perut (usus buntu) tanpa ada gejala lain seperti sesak napas misalnya. Sehingga Balita itu kemudian dirujuk ke Mataram dan dilakukan tindakan operasi usus buntu dan berjalan dengan baik.
“Pasca operasi muncul persoalan baru, keponakan kami itu dinyatakan positif Covid-19, sementara sebelum dirujuk ke Mataram hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan dia mengidap usus buntu dan tidak ada yang namanya Covid,” tukasnya.
Karenanya Iwan mempertanyakan sejauh mana proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kedua rumah sakit, baik itu  RSUD Sumbawa dan RSUP NTB, apalagi ditambah adanya tudingan tidak jujur dari keluarga pasien.
Tudingan tersebut, sangat berdampak terhadap keluarga besar di Kecamatan Lantung, bahkan sebagian warga menuding keluarganya sebagai pembohong dan tidak jujur.
“Tudingan ini sangat tidak bisa kami terima, karena itu kami meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi dari pihak rumah sakit terkait penanganan ponakan kami tersebut, agar masalahnya menjadi jelas dan tidak menjadi fitnah berkepanjangan. Kami tidak akan tinggal diam dan tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini