Sumbawa Besar, KA.
Pro kontra di masyarakat masih mewarnai wacana pembangunan pasar modern Mall di Seketeng.
Sejumlah kritikan, saran dan masukan masyarakat, terutama di media sosial kembali ditujukan kepada Bupati Sumbawa terkait dengan wacana tersebut.
Salah satunya, menyarankan ke bupati Sumbawa agar menyusun Feasibility study (studi kelayakan) terlebih dahulu, terkait rencana pembangunan Mall tersebut agar lebih komprehensif dan terukur tidak seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Menanggapi hal itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, kepada media ini, menuturkan kronologis munculnya wacana tersebut.
Ketika ia bersama wakil gubernur NTB berkunjung ke pasar Seketeng belum lama ini lokasi sudah padat, kumuh tidak ada lokasi parkir, perlu jalan keluar. Saat itu, ia menyampaikan rencana pembangunan pasar induk di Sumer Payung dan lahannya sudah dibebaskan seluas 8 hektare belasan tahun lalu. Rencana pembangunan pasar induk tersebut sudah diwacanakan tiga bupati sebelumnya.
"Jika pasar Seketeng pindah dan kosong, maks rencana jangka panjang pasar Seketeng kita wacanakan sekali lagi kita wacanakan menjadi pasar moderen atau mall," ujarnya.
Menurut Bupati, terlepas adanya feasibility study atau tidak, namun secara visual kondisi pasar Seketeng sudah tidak layak, sehingga perlu dicarikan solusi untuk dipindahkan kan. Sehingga setelah ada pasar baru, dan pindah ke lokasi yang representatif. Pasar Seketeng akan kosong, maka diwacanakan dijadikan Mall.
"Pada saatnya nanti kita cari mitra investor pasti akan ada feasibility study. Tidak mungkin kita buat feasibility study dulu baru kita kita buat wacana, buat ide atau buat gagasan. Jika semua ide dan gagasan, wacana kita buat dengan melakukan feasibility study lebih dulu. Naka yang punya ide gagasan tidak pernah berani kita ucapkan," pungkasnya.(KA-01)
