Terkejut Cek Bocek Klaim Kuburan Dodo, Komunitas Lar Leba Dodo Lampui Minta Akses ke PT AMMAN untuk 'Jango Kubir'

Sebarkan:


Sumbawa Besar, KA.

Setelah Hiruk pikuk klaim kelompok Cek Bocek yang didampingi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Sumbawa akhir-akhir ini rupanya memantik reaksi dari komunitas serupa. Kali ini datang dari kelompok yang menamakan dirinya Komunitas Lar Leba Dodo Lampui yang diketuai oleh M. Yasin HD.

“ Saya kaget luar biasa saat salah satu anggota komunitas Kami dari generasi muda yang menyampaikan bahwa saudara kita dari Lawin mengaklaim bahwa kuburan di daerah Dodo adalah milik balo tolo (nenek moyang-red) mereka. Saya sudah lanjut usia dan tidak mengikuti berita di media massa, apalagi bermain medsos. Jadi tidak terlalu mengikuti perkembangan terakhir” ungkap pria yang akrab disapa pak Yasin, kepada media ini, Jumat (24/07/2026).

M. Yasin HD, Ketua Komunitas Lar Leba Dodo Lampui (foto dok KA)

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Cek Bocek telah menempuh berbagai upaya untuk mendapatkan pengakuan sebagai masyarakat adat. Sebagai bukti mereka menyatakan memilliki wilayah adat seluas lebih dari 20.000 hektar sebagaimana terdapat dalam situs Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) dan kuburan tua yag diklaim berjumlah lebih dari 3000-an . Karena wilayah adat maupun kuburan dimaksud terletak Di dalam kawasan hutan dimana berlangsung kegiatan eksplorasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara, kelompok Cek Bocek melalui Aliansi Masyarakat Adat Nusantara telah menyampaikan gugatan ke berbagai lembaga seperti Komisi Nasional Hal Azasi Manusia (Komnas HAM), Coppermark dan yang terbaru ke OECD.

Ketika ditanya apa yang menjadi dasar dirinya keberatan dan terkejut terhadap klaim tersebut. 

Yasin dengan santai menegaskan  nenek moyang mereka berasal dari Dodo yang kebetulan merupakan wilayah eksplorasi PT AMNT.

 “Sudah menjadi pemahaman umum di masyarakat Sumbawa bagian selatan bahwa nenek moyang dari masyarakat daerah Leba, Dodo dan Lempui basal dari daerah Dodo. Kuburan yang Ada di sana (daerah Dodo-red) adalah kuburan nenek moyang kami bukan kuburan dari orang Lawin. Kuburan nenek moyang mereka berada di daerah Selesek,“ tegas pak Yasin.

Ia  juga diberitahu bahwa kelompok yang mengklaim sebagai pemilik kuburan Dodo namanya Cek Bocek dan punya bahasa tersendiri. 

"Terus terang sejak jaman kakek saya tidak pernah mendengar nama itu. Mungkin baru baru ini saja dibuat. Apalagi bahasa tersendiri, tidak Ada itu. Minta mereka bicara di depan saya kalau tidak yakin. Semua orang Labangkar, Lawin dan Leba bahasanya sama. Paling beda pengucapan satu dua kata saja," ujarnya.

Menutup pembicaraan,  Yasin menyampaikan bahwa hasil rembug tetua komunitas Leba, Dodo Lampui, mereka akan bersurat ke PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk meminta akses karena akan melakukan ritual “jango kubir” (ziarah kubur-red) dalam waktu dekat ini.(KA-01)




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini