Wabup H. Ansori Buka Bimtek PM-AAS dan Mitigasi Serangan OPT, Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Sumbawa

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) PM-AAS dan Mitigasi Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang berlangsung di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (04/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTB beserta jajaran, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan NTB yang mengikuti secara daring, Kepala Perangkat Daerah Terkait, Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Sumbawa, para koordinator penyuluh, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam laporannya, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa Barat. Ia mengapresiasi dedikasi para penyuluh yang terus bekerja mendampingi petani. Selain itu, PM-AAS direncanakan akan dikembangkan pada komoditas jagung dan kedelai tahun mendatang sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan. 

Ia juga menyampaikan kabar bahwa pengadaan kendaraan operasional bagi PPL telah mendapat persetujuan Menteri, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kinerja penyuluh.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa pelaksanaan Bimtek ini harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas petani, sehingga mampu mewujudkan pertanian yang unggul, maju, dan sejahtera. Menurutnya, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebatas pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dengan praktik dan pendampingan langsung di lapangan.

Lebih lanjut, Wabup menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi pertanian yang sangat besar, didukung wilayah yang luas dan kondisi tanah yang subur. Capaian produksi komoditas pertanian pada tahun 2025 yang mencapai sekitar 400 ribu ton menjadi bukti besarnya potensi tersebut. Karena itu, diperlukan peran aktif para penyuluh untuk mendorong perubahan pola pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif.

Ia juga mengingatkan agar para PPL senantiasa hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik dengan petani, serta memberikan motivasi dan pendampingan mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga memberikan nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan NTB, Andi Muhammad Idil Fitri, S.E., M.M., melalui sambungan Zoom menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Bimtek ini dapat mendorong peningkatan produksi pertanian, terlebih luas panen tahun 2026 menunjukkan peningkatan. 

Untuk itu, para penyuluh diharapkan terus memberikan semangat dan pendampingan kepada petani agar Kabupaten Sumbawa dapat memberikan kontribusi yang semakin besar dalam mewujudkan swasembada pangan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kapasitas penyuluh semakin meningkat dan penerapan teknologi pertanian modern dapat diperluas, sehingga produktivitas pertanian terus berkembang serta ketahanan pangan daerah semakin kuat demi terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini