Peringati HKG PKK Ke-54, Bupati H. Jarot Ajak Kader PKK Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Keluarga

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, di Aula Madilaoe Lantai III ADT Kantor Bupati Sumbawa, Jumat pagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat peran keluarga dalam mendukung pembangunan daerah. 

Pada kegiatan tersebut, Hj. Ida Fitria membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Suswati Tito Karnavian. Melalui sambutan itu, seluruh kader PKK diharapkan terus meningkatkan koordinasi, memperluas kolaborasi, dan menjalankan 10 Program Pokok PKK secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat. Disampaikan pula bahwa keluarga memiliki kedudukan penting sebagai fondasi pembangunan bangsa. Pembentukan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat berawal dari lingkungan keluarga.

Oleh sebab itu, penguatan ketahanan keluarga dikatakannya, perlu menjadi perhatian bersama. Peringatan HKG PKK bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan bahwa berbagai kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Adapun empat agenda strategis yang menjadi perhatian gerakan PKK ke depan. Pertama, mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga melalui optimalisasi Posyandu sebagai pusat pelayanan sosial dasar bagi ibu, anak, dan lansia. Kedua, memperkuat pola asuh anak dan remaja melalui program PAAR, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang mengancam generasi muda, seperti perundungan, pengaruh negatif perkembangan teknologi digital, dan penyalahgunaan narkoba.

Ketiga, mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK serta UMKM kreatif. Keempat, meningkatkan ketahanan pangan dan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Tak hanya itu, Ketua Umum TP. PKK Pusat juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh kader PKK di Indonesia atas dedikasi dan kerja keras dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, kader PKK didorong untuk membangun kemitraan yang lebih luas dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dunia usaha, kalangan akademisi, dan berbagai unsur masyarakat.

Sejalan dengan arahan tersebut, Bupati H. Jarot pada kesempatan yang sama dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ia berharap peringatan HKG PKK dapat menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk meningkatkan peran dan menghadirkan program yang lebih nyata di tengah masyarakat.

“Saya ingin mengajak PKK untuk bergerak lebih riil. Dari sepuluh program pokok PKK, ada beberapa hal yang perlu kita tekankan dan menjadi gerakan bersama,” ungkap Bupati.

Salah satu program yang menjadi perhatian khusus adalah penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Bupati H. Jarot meminta seluruh jajaran TP. PKK, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa, untuk menginisiasi gerakan pemanfaatan pekarangan rumah melalui penanaman berbagai komoditas pangan. Ia menilai, kemandirian pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Setiap keluarga dapat memanfaatkan ruang yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan sehari-hari, seperti cabai, terong, sayuran, kelor, serta berbagai tanaman bumbu menggunakan pot maupun polibag.

“Ketahanan pangan itu dimulai dari rumah. Saya ingin setiap rumah memiliki tanaman pangan sendiri. Minimal ada cabai, terong, sayuran, kelor dan tanaman bumbu lainnya, baik melalui polibag maupun pot. Jadi, kalau membutuhkan cabai, tidak harus selalu membeli di pasar,” tegasnya.

Selain mendukung ketersediaan pangan keluarga, gerakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program Sumbawa Hijau Lestari. Bupati H. Jarot mendorong kader TP. PKK menjadi penggerak penanaman tanaman produktif di lingkungan permukiman, termasuk berbagai jenis tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi.

Beberapa komoditas yang didorong untuk dikembangkan antara lain durian, mangga, kelengkeng, dan matoa dengan mempertimbangkan kesesuaian kondisi tanah serta potensi masing-masing wilayah. Ia bahkan mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan diversifikasi pemanfaatan lahan, termasuk mengalihkan sebagian lahan yang selama ini ditanami jagung menjadi lahan tanaman buah produktif. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Di bidang kesehatan, Bupati H. Jarot juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara parsial, tetapi harus melalui kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pertanian, serta Dinas Lingkungan Hidup.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan bergizi dari lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pencegahan stunting. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas gizi keluarga.

Pada kesempatan itu, Bupati H. Jarot turut mengingatkan pentingnya perlindungan anak dan remaja dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Ia meminta dukungan TNI, Polri, BNN, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi dan pengawasan bersama. Ia  menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter sekaligus melindungi anak dari pengaruh negatif. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan hubungan yang dekat antara orang tua dan anak perlu terus dibangun.

Melalui peringatan HKG PKK ke-54 ini, diharapkan seluruh kader TP. PKK Kabupaten Sumbawa semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta perlindungan generasi muda diharapkan dapat diwujudkan melalui gerakan nyata yang dimulai dari lingkungan keluarga.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini