tayang 15/07/2020

Dampak Covid 19, 105.000 KK di NTB Segera Terima Paket Sembako Plus Selama 3 Bulan

Sebarkan:
Paket sembako (ilustrasi)

Mataram, KA.
Guna meminimalisir dampak sosial ekonomi akibat wabah Covid 19, Pemerintah Provinsi NTB segera meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang bagi 105.000 KK se-NTB, dalam bentuk paket Sembako Plus.
“Paket itu terdiri dari beras, telur, minyak goreng, teh, minyak kayu putih, dll. Dimana tiap paketnya senilai Rp. 250.000,- per KK per bulan, dan akan diberikan selama masa Darurat Covid-19 selama tiga bulan sejak 16 April 2020 sampai dengan Juni 2020,” ungkap Sekda NTB Lalu Gita Aryadi, M.Si, dalam keterangan Persnya, Jumat (10/04/2020)
Bantuan tersebut, terang Lalu Gita,  akan menyasar sebanyak 73.000 KK berbasis data KK Desil 1 (Sangat Miskin), Desil 2 (Miskin) dan Desil 3 (Rentan Miskin/Hampir Miskin) yang belum tercover dalam program dari Kementerian Sosial RI, baik berupa bantuan PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Bantuan Sembako.
Dijelaskan, data 73.000 KK miskin tersebut terdiri dari 1.868 KK di Kota Mataram, 28.817 KK di Kabupaten Lombok Timur, 11.780 KK berada di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 6.398 KK, Kab Lombok Utara ada 2.827 KK, di Kab. Sumbawa 3.937 KK, Kabupaten Sumbawa Barat 1.757 KK, Kota Bima ada 1.344 KK, Kab Bima sebanyak 8.838 KK, dan terakhir Kabupaten Dompu ada 5.434 KK.
“Untuk 32.000 KK sisanya, akan diperuntukan sektor Non Formal yang terimbas oleh dampak wabah Covid-19. Antara lain, tukang ojek, korban PHK, PKL/Asongan, Buruh Migran, IKM, PDP dan ODP, dll. Yang kuotanya per kabupaten/kota akan didasarkan pada tingkat rasio kemiskinan masing-masing daerah,” terangnya.
Diakuinya, saat ini petugas sedang melakukan validasi data agar penyaluran JPS Gemilang tidak terjadi tumpang tindih (double) antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Lebih jauh diungkapkan, selain fokus dalam pencegahan dan penanganan medis, Pemerintah Provinsi NTB juga berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-NTB dalam rangka memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok (bapok) bagi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan hasil pemantauan Tim Satgas Pangan bahwa kebutuhan bahan pokok masyarakat terutama beras, minyak goreng,  gula dan  lainnya  dalam  kondisi  cukup tersedia, terlebih saat ini NTB memasuki musim panen padi. Selain itu Tim juga terus melakukan pengawasan untuk mengendalikan harga dan menghindari penimbunan bahan pokok,” pungkasnya.(KA-04)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini