tayang 15/07/2020

NR: PPP Tidak Menerima Kader yang Kerap Pindah Partai

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Nurdin Ranggabarani yang juga Bakal calon Bupati dari partai PPP menginggatkan para kader partai, agar dalam moment politik Pilkada ini semua pengurus partai agar lebih bisa memainkan panggung politik.
Nurdin Ranggabarani saat mendaftarkan diri ke DPC Demokrat Kamis (6/2/20) menyatakan, pentingnnya pengurus atau kader partai dalam memainkan perannya dalam mengatur irama politik ini. Bukan orang lain yang hanya numpang hadir menjadi kader partai disetiap ajang pilkada, sementara sebelumnya para kader atau pengurus partailah yang telah lama dan bersusah payah dalam membesarkan dan membangun partai.
 “Kader atau pengurus yang telah bersusah payah membesarkan partai, begitu menjelang pilkada kader juga yang menyiapkan panggung dan kendaraan, namun disatu sisi orang lain yang bukan kader, datang masuk sebagai kader baru ingin  menguasai panggung dengan sesuka hatinya berekspresi diatas panggung yang telah disiapkan oleh kader partai.Inilah yang tidak kami inginkan, kalau bisa kader yang membuat panggung, dan kader partaipulah yang menguasai panggung, itu harapan saya, “ ungkap NR, sapaan akrabnya.
NR menegaskan, PPP tidak membentuhkan kader loncat dari partai yang satu ke partai yang lainnya disetiap momen pilitik atau menjelang pilkada. PPP sendiri selalu mengedepankan kadernya untuk maju, hal itu dikarenakan, tanpa jasa seorang kader tidak mungkin partai itu besar. Sesorang berniat masuk partai politik dengan harapan kariernya tidak dipandang sebelah mata, mulai dari kader biasa, kemudian menempati jabatan di partai politik, lalu punya panggung untuk karir dipemerintahan. Hal inilah harapan semua kader, namun jika ada orang yang datang dari luar dengan menjadi kader baru dan ingin merebut peluang yang telah di bangun bertahun-tahun disebuah partai politik, sangat mustahil diterima begitu saja. Inilah yang menjadi catatan penting bagi semua pihak untuk menjadi bahan pertimbanagan disetiap moment besar politik dinegeri ini.
”Intinya kami tidak ingin ada kader ketika menjelang pilkada, loncat dari partai satu kepartai lainnya,” pungkasnya.(KA-01)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini