tayang 15/07/2020

Pendaftar Terakhir di Hanura, Syukri Rahmat: Saya Paham Persoalan Daerah

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Syukri Rahmat S.Ag menjadi penutup pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa di DPC Partai Hanura Kabupaten Sumbawa, Jumat (27/12) sore kemarin. Artinya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa ini merupakan bakal calon ke-9, setelah 8 bakal calon lainnya yang sudah resmi mendaftar. Didampingi tim suksesnya, kedatangan mantan Ketua KPU Sumbawa ini disambut hangat Ketua Dewan Penasehat DPC Hanura, Sekretaris dan pengurus lainnya.   
Sekretaris DPC Hanura, Muhammad Yamin SE., M.Si yang juga Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, mengatakan Pilkada Sumbawa 2020 mendatang akan didominasi kalangan muda. Figur ini menjadi fenomena di semua daerah pada momen Pilkada. Dan sudah banyak pimpinan dari kalangan muda yang sukses dalam suksesi Pilkada. Bahkan secara nasional, Presiden memberikan porsi yang luas bagi tokoh muda untuk memimpin birokrasi dan berada di jajarannya sebagai tim ahli. Sebab disadari pemuda berkarakter memiliki ciri tangguh, inovatif, kreatif, jujur, berdedikasi, berintegritas, kekinian dan terampil.
Yamin Abe, sapaan akrab mantan Pimpinan DPRD Sumbawa ini, mengaku gelisah melihat kondisi pemerintahan Sumbawa saat ini, yang pertumbuhan ekonominya anjlok, angka kemiskinan bertambah, angka stunting nomor satu di NTB dan banyak persoalan lainnya. Karena itu generasi muda harus muncul dalam kegelisan ini.
“Hanura ingin mencari orang-orang muda seperti Saudara kami Syukri Rahmat untuk maju mengikuti kontestasi Pilkada Sumbawa 2020 mendatang. Kami ingin kalangan muda bisa berpadu dengan tokoh tua dalam memimpin Sumbawa ke depan,” ucapnya.
Sementara Syukri Rahmat dalam pidato singkatnya, mengatakan keinginannya maju bukan secara personal melainkan untuk merespon keinginan publik, tokoh tua, tokoh perempuan, tokoh agama, dan kalangan milenial. Ia juga maju karena sangat paham terhadap persoalan daerah, dan diyakini mampu untuk mengatasinya.
“Saya tidak datang sekonyong-konyong dan muncul hari ini saja. Saya lahir dan besar di sini, jadi sangat tau seluk beluk daerah ini termasuk masalah dan cara mengatasinya,” tegas Ustadz Syukri—sapaan akrabnya. 
Untuk maju pada Pilkada Sumbawa, Syukri mengusung jargon “Pedi Samawa”. Pedi ini adalah spirit untuk berjuang dan berbuat bagi masyarakat dan daerah ini. Untuk mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat, Sumbawa Maju, Sumbawa Bersinar, Sumbawa Gemilang, dan Sumbawa Baru, semua berlandaskan Pedi Samawa.
 “Ini menjadi salah satu syarat kepemimpinan, yaitu orang atau tau yang pedi desa darat. Satemung pamendi ke penyadu,” ungkap Ustadz Syukri.
Tidak dipungkiri, ungkapnya, kondisi Sumbawa saat ini diliputi dengan berbagai persoalan. Tentunya ini harus disikapi dan dibenahi. Untuk membenahinya melalui proses kebijakan. Dan kebijakan itu ada pada seorang pemimpin yang memimpin dengan semangat kepemimpinan, bukan dengan semangat kekuasaan.
“Saya datang ke sini ingin menjadi bagian yang diusung Hanura pada Pilkada mendatang. Semoga ini menjadi titik star yang baik untuk Sumbawa yang mampis rungan, hebat bermartabat, gemilang, maju, bersinar dan Sumbawa yang baru. Semuanya kembali kita serahkan kepada Allah SWT,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini