tayang 15/07/2020

Anggaran Pembangunan Talang Air Rp 1,6 Miliar Kembali Disoal

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Anggaran pembangunan Talang Air di Kecamatan Moyo Utara kembali dipersoalkan warga setempat. Pasalnya, anggaran pembangunan sekitar Rp 1.650 miliar itu diduga raib tak tahu dimana rimbanya.
Padahal, ungkap Hermansyah, tojkoh pemuda setempat kepada media ini,  Sabtu (28/12/2019), anggaran pembangunan Talang Air tersebut sudah final diketuk palunya oleh Pimpinan DPRD Sumbawa periode 2014-2019 pada tahun 2018 lalu. Artinya pembangunan itu wajib berjalan pada tahun 2019.  Faktanya, saat ini pembangunan infratstruktut tersebut belum ada tanda tanda dimulai lebih-lebih sekarang sudah akhir tahun anggaran 2019.
“Mirisnya lagi saat ini masalah Talang Air sudah tak terdengar lagi,” ungkapnya.
Padahal, sambung Hermansyah,  forum percepatan pembangunan Talang Air tersebut diketuai oleh Adizul Shahabuddin yang  tidak lain anggota DPRD Sumbawa dan juga Adizul Syahabuddin sendiri adalah mantan Kepala Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara sudah terbentuk.
Bahkan, masyarakat menilai sangat mustahil pembangunan tersebut tidak berjalan selain karena anggarannya sudah ada dan orang-orang yang terlibat dalam percepatan pembangunan talang air tersebut adalah orang yang memiliki kapasitas dan dianggap oleh masyarakat sangat berkompeten.
"Sebut saja selain Adizul Syahabuddin, Kepala Desa Sebewe, Kepala Desa Baru Tahan, Kepala Desa Penyaring, ada pula saudara Kusnaini, SH yang selama ini dianggap vokal dan kritis terhadap persoalan kerakyatan serta masyarakat lainnya yang ada di Kecamatan Moyo Utara," tutur Hermansyah.
Diakui  Hermansyah, ia sudah mendatangi dinas terkait untuk mempertanyakan masalah tersebut, namun pihak dinas selalu saja berkelit tanpa ada solusi.
"Berkali-kali saya menanyakan ke dinas terkait PU dan Bappeda belum ada tanda tanda direalisasikan,” tukas Pemuda yang dikenal vokal ini.
Karena tidak ada kejelasan realisasi, sambungnya, ia mempertanyakan pengalihan anggaran tersebut, namun jawaban yang didapatnya tidak jelas.
“Pihak dinas hanya berkelit jika anggarannya untuk pembelian eksavator," sebut Herman mengutif statemen Kepala Dinas PU L. Suharmaji Kartawijaya saat  itu.
"Beredar pula informasi jika pengalihan anggaran pembangunan talang air tersebut untuk pembangunan RSUD dan Pasar, karena yang paling tahu adalah Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Aneh bin ajaib sementara ini sudah menjadi konsumsi publik bahkan ditingkat LSM maupun wartawan seperti DPA, pembangunan Talang Air urung saja di buat sementara DED sudah ada. Ini benar-benar konspirasi jahat tingkat tinggi,” ujar Herman.
Karenanya, ia minta kepada Ketua Forum percepatan pembangunan Talang Air Kecamatan Moyo Utara bapak adizul Syahabuddin dan  sejumlah pengurus lainnya untuk mencari tahu kemana anggaran  senilai Rp 1,650 milyar itu kepada pemerintah. Sebab, masyarakat di tiga desa yakini Penyaring, Sebewe dan Baru Tahan menunggu pembangunan serta mempertanyakan pengalihan anggaran tersebut.
"Kami limpahkan masalah ini semuanya kepada pengurus forum percepatan pembangunan Talang Air Kecamatan Moyo Utara untuk selanjutnya bisa memberikan pertanggung jawaban moril dan publik dimasyarakat setelah mereka berkoordinasi dengan Pemerintah nantinya. Jangan  heran dan salahkan masyarakat kalau melahirkan beragam spekulasi dalam masalah ini dan saatnya nanti masyarakat akan meminta pertanggung jawaban publik kemana arah uang negara yang sangat pantastis itu,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pembangunan Talang Air  tersebut merupakan kontrak politik atau janji Bupati/ Wakil Bupati saat kampanye di lapangan sepak bola Desa Penyaring tahun 2015 silam.(KA-02)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini