tayang 15/07/2020

Ditegur Dua Kali, Warung Remang Remang Akhirnya Dibongkar Pemiliknya

Sebarkan:

Sumbawa Besar, KA.
Pemilik warung remang remang (warem) di tapal batas Sumbawa-Dompu akhirnya membongkar sendiri tempat usahaya itu setelah surat teguran kedua dilayangkan.
Bupati Sumbawa diwakili Asisten III Ir. Iskandar K.Dev didampingi Ksat Pol PP Kabupaten Sumbawa H.Sahabuddin S.Sos bersama instansi lainnya dan pemerintah kecamatan, desa dan aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri meninjau langsung ke lokasi warem di batas Sumbawa –Dompu, Selasa (19/11/2019).
Peninjauan lokasi kali ini, untuk me mengetahui secara langsung kondisi lapangan dan memastikan apakan surat peringatan  Kedua yang dilayangkan oleh pemerintah untuk menghentikan segala bentuk aktifitas miras, penyediaan ruang untuk wanita dan yang lainnya itu sudah dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan dan desa serta pemilik warem itu sendiri.
Asisten III Setda Sumbawa Ir Iskandar M.Dev saat menemui warga dan pemilik warem di Desa Labuan Pidang kecamatan Tarano Sumbawa menyatakan, pasca pemerintah daerah melayangkan  surat teguran pertama dan kedua, selanjutnya pemerintah melakukan croscek untuk memastikan apakah teguran yang dilayangkan oleh pemerintah melalui Satpol PP sudah diindahkan atau tidak.
“Jika teguran kedua tidak digubris, maka pemerintah akan melakukan pembongkaran, tapi Alhamdulillah masyarakat pemilik warung remang-remang dengan inisiatif sendiri dan dipantau langsung oleh pemerintah kecamatan dan desa serta Koramil Empang dan Kapolsek empang, mereka sudah membongkar sendiri tempat usahanya itu,” ungkapnya.
Surat teguran kedua terpaksa dilayangkan, sambung Iskandar,  lantaran syrat teguran pertama tidak diindahkan dan mereka tetap beraktivitas sehingga mulai menimbulkan keresahan di masyarakat. 
“Setelah SP II ini aktivitas Warem sudah mulai mereda, Cafe-cafe yang di dalam rumah warga dengan beberapa sekat kamar yang diduga digunakan untuk prostitusi sudah mulai di bongkar,” tukasnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pemilik warem sudah berkomitmen untuk tidak lagi melakukan aktivitas tersebut dan menjamin tidak ada lagi penjualan minuman keras, prostitusi, karaoke, pemandu lagu dan kegiatan sejenisnya yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan mereka siap untuk ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Ditempat yang sama, Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa H.Sahabuddin S.Sos menyatakan, untuk kedepannya pihaknya tetap menjalin sinergisitas bersama aparat keamanan lainnya seperti Polsek, Danramil, Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa bersama masyarakat setempat dan juga telah bersepakat untuk memantau secara intensif. 
“Apabila dalam perjalanannya hari ini dan hari-hari berikutnya, aktivitas dimaksud masih dilakukan walaupun hanya satu kali  atau satu kasus, maka berdasarkan laporan di lapangan, maka kami layangkan teguran terakhir dan kami  akan tidak tegas,” pungkasnya.(KA-01)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini